PENGARUH TRANSPORTASI JARAK PENDEK TERHADAP RASIO NEUTROFIL/LIMFOSIT PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA (Capra hircus) BETINA
RETNO PRATIWI SETYANINGRUM, drh. Claude Mona Airin, M.P.
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANTransportasi merupakan salah satu tahap produksi ternak yang tidak dapat ditinggalkan dari keseluruhan proses. Transportasi hewan dapat terjadi di berbagai tingkat baik lokal maupun interlokal, seperti pengangkutan kambing dari peternakan ke RPH (Rumah Pemotongan Hewan) atau pasar hewan terdekat. Transportasi sering menimbulkan respon fisiologis yang mengganggu homeostatis dan sistem imun tubuh. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini yang bertujuan mengetahui pengaruh transportasi jarak pendek terhadap rasio neutrofil/limfosit (N/L) pada kambing Peranakan Etawa (PE). Lima ekor kambing PE betina dengan berat badan berkisar antara 25-35 kg digunakan dalam penelitian. Kambing ditransportasikan sejauh 35 km selama satu jam pada pukul 10.00 WIB menggunakan truk L300 bak terbuka (3mx2m). Selama perjalanan tidak terjadi kontak mata antar hewan, serta tidak disediakan pakan maupun air minum. Pengambilan darah dilakukan tiga kali pada saat sebelum transportasi, sesudah tansportasi, dan tujuh hari sesudah transportasi. Sampel darah diambil dari vena jugularis kemudian dibuat preparat apus darah. Hal ini dilakukan untuk menghitung diferensial leukosit dan rasio N/L. Hasil penghitungan rasio N/L sebagai berikut : sebelum transportasi 0,797; setelah transportasi 1,175; tujuh hari setelah transportasi 0,666. Hasil analisis statistik Anova menunjukkan bahwa transportasi jarak pendek tidak mengakibatkan perubahan rasio N/L secara signifikan (P>0,05) pada ketiga waktu pengambilan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah transportasi jarak pendek tidak menyebabkan perubahan rasio N/L kambing PE secara signifikan.
Transportation is an important step in livestock production that can not be separated from whole process. This process can occur in various range wether local or interlocal, such as transporting goat from farm to the slaughter house or nearest livestock market. The transportation often rising physiological response that interfere homeostatis and body immune system. According to this fact, the aim of this research is to find out the effect of short distance transportation to neutrophil/lymphocyte (N/L) ratio in PE doe. Five adult PE doe ranging in body weight within 25-35 kg were used in research. Doe were transported 35 km for one hour at 10.00 WIB, using an open compartment L300 truck (3mx2m). During transportation eye contact among animal avoided, also did not provided any food nor drinking water. Blood sample taken three times, before transportation, after transportation, and seven days after transportation. The blood samples were withdrawn from jugular vein then made into blood smear speciment. This done to count the amount of leukocyte differential and N/L ratio. The result of N/L ratio are: before transportation 0.797; after transportation 1.175; and seven days later 0.666. The result of Anova statistical analysis showed the significant difference is (P > 0,05). The conclusion of this research is short distance transportation did not affect N/L ratio in PE doe significantly.
Kata Kunci : stres, transportasi jarak pendek, kambing PE, rasio N/L