HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN GEJALA DEPRESI LANJUT USIA DI KELURAHAN DEMANGAN KECAMATAN GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA
DIMAS NURMAAFI, Purwanta, S.Kp., M.Kes.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Indonesia menghadapi beban ganda (double burden). Tidak hanya menghadapi angka kelahiran yang semakin meningkat, tetapi juga menghadapi kenaikan jumlah penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas). Bertambahnya penyakit-penyakit fisik, faktor-faktor psikososial dan proses penuaan otak, semuanya ikut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi depresi pada lansia. Selain itu perubahan pada lansia dapat memicu timbulnya depresi. Sedangkan dalam hal spiritual pada lansia mengalami perkembangan. Perkembangan yang baik dalam aspek spiritual dapat menjadikan lansia lebih bisa memaknai kehidupan dan memiliki penerimaan diri terhadap kondisinya sehingga memberikan respon positif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual dengan gejala depresi pada lanjut usia di Kelurahan Demangan Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret di Kelurahan Demangan Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 88 orang. Analisis data mengunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistika menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual memiliki hubungan yang bermakna dengan gejala depresi (p = 0,000 dan r= -0,702) Kesimpulan: Kecerdasan spiritual memiliki hubungan dengan gejala depresi
Background: Indonesia is facing a double burden. Not only the face of the increasing birth rate, but also cope with the increasing number of elderly people (60 years and over). Increased physical diseases, psychosocial factors and brain aging process, all contribute to the high prevalence of depression in the elderly. In addition to the changes in the elderly can lead to depression. Whereas in the case of the elderly experiencing spiritual growth. Good progress in the spiritual aspect can make the elderly more able to make sense of life and have self-acceptance to the conditions that give a positive response to the changes that occur in the elderly. Objective: To determine the relationship of spiritual intelligence with depressive symptoms in the elderly in the Village District Demangan Gondokusuman Yogyakarta. Methods: The study was observational with cross sectional research design. The research was carried out in March in the Village District Demangan Gondokusuman Yogyakarta. Instruments used are questionnaires. The sampling method used was purposive sampling. Sample was 88 people. Data analysis using the Spearman Rank Test. Results: The results of statistical tests indicate that spiritual intelligence have a significant association with depressive symptoms (p = 0.000 and r = -0.702) Conclusion: Spiritual intelligence has a relationship with depressive symptoms
Kata Kunci : kecerdasan spiritual, gejala depresi, lansia