PEMODELAN HARGA PRODUK PERISHABLE DENGAN PENDEKATAN REVENUE MANAGEMENT DAN GAME THEORY: APLIKASI PADA INDUSTRI FASHION RETAIL
NATALIA ALEXANDRA TOMBOKAN, Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D.
2013 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRIStrategi penetapan harga merupakan strategi yang umum ditemukan di perusahaan penerbangan, perhotelan dan belakangan ini, industri ritel. Hal ini disebabkan umur produk yang dijual oleh industri-industri tersebut tergolong pendek dan tidak dapat dijual kembali jika periode penjualan telah berakhir (perishable). Pemilihan industri fashion retail dikarenakan karakteristik produk bersifat perishable sehingga keputusan harga bersifat krusial. Ketika harga dibuat terlalu mahal resiko hanya sedikit produk terjual (customer loss) namun ketika harga produk terlalu murah dapat menyebabkan revenue loss. Hal ini disebabkan konsumen produk fashion yang heterogen yang memiliki valuation berbeda terhadap produk. Penelitian ini akan memetakan perilaku pembelian konsumen produk fashion (mapping consumer behavior) kemudian memodelkan demand produk fashion dari sebuah ritel yang menjual produk fashion dengan brand yang cukup dikenal di Indonesia dengan melibatkan tiga macam perilaku pembelian konsumen produk fashion. Tahapan penelitian dimulai dengan memetakan perilaku belanja konsumen produk fashion untuk mengetahui willingness-to-pay konsumen sekaligus melakukan segmentasi konsumen produk fashion wanita dengan melakukan riset pasar melalui kuesioner. Informasi yang didapat dari consumer behavior mapping ini digunakan dalam pembangunan model demand terhadap empat jenis produk yang memberikan kontribusi revenue terbesar bagi ritel yaitu produk celana panjang, kemeja panjang, blouse long, dan blouse short. Model demand keempat produk dibangun secara stokastik dan deterministik. Langkah selanjutnya yaitu optimasi harga dengan pendekatan revenue management dan game theory dilakukan untuk mendapatkan strategi optimal yang mampu meningkatkan revenue dari ritel. Hasil yang didapat adalah model yang paling representatif menggambarkan kondisi aktual sistem adalah model demand oligopoli stokastik. Optimasi harga dan penentuan strategi optimal selanjutnya menggunakan model stokastik sehingga didapat strategi optimal yang membagi harga menjadi dua jenis yaitu harga optimal bagi segmen konsumen premium, dan harga ekuilibrium bagi konsumen discount-seeking. Strategi optimal ini mampu memberikan peningkatan revenue dari ritel sebesar 23% dari total revenue aktual untuk produk celana panjang, 39% pada produk kemeja panjang, 46% pada produk blouse long, dan menghasilkan kenaikan sebesar 70% pada produk blouse short.
-
Kata Kunci : revenue management, strategi harga, dynamic pricing, industri ritel