Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA DAN LINK- EFFECT DEPARTEMEN PERAWATAN SEBAGAI KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI) DI PERUSAHAAN CONSUMER GOODS (Studi Kasus: PT Madubaru-Pabrik Gula Madukismo)

ASTRI LAKSITA WIKANINGTYAS, Andi Rahadiyan Wijaya, ST., M.Sc., Lic., Ph.D.

2013 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

Setiap perusahaan selalu bersaing dengan kompetitornya untuk dapat menduduki pada tingkatan tertinggi. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Perusahaan memiliki visi dan misi utama yang harus dicapai melalui kegiatan-kegiatan operasional di setiap departemen dibawahnya untuk dapat mengukur pencapaian keuntungan termasuk departemen perawatan. Saat ini, departemen perawatan seringkali dianggap sebagai departemen yang hanya membuang uang, namun sebenarnya keberadaan departemen ini sangat mendukung kegiatan produksi. Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk dapat mengetahui kualitas kinerja setiap departemen di perusahaan sehingga dapat diketahui indikator-indikator yang berpengaruh terhadap tingkat produksi perusahaan. Kualitas kinerja seringkali dilihat secara subjektif yang akan memberikan hasil berbeda-beda dari setiap personal yang ada. Maka, diperlukan adanya pengukuran kinerja secara kuantitatif sehingga hasil yang diberikan lebih objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui link and effect antara kinerja departemen perawatan terhadap visi perusahaan sebagai pengukuran kinerja perusahaan dan menentukan key performance indicators departemen perawatan di perusahaan yang sesuai untuk mencapai visi dan misi utama. Penelitian ini dilakukan melalui analisis pengukuran korelasi link and effect antar-indikator. Hasil pengukuran korelasi single-variate menunjukkan bahwa korelasi tertinggi terdapat pada kode O21 dengan nilai 0,299. Kode O21 tersebut hanya mengandung indikator jam kerja lembur perawatan internal dan total jam kerja internal untuk perawatan. Hasil single-variate tersebut menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antar-indikator sehingga dilakukan analisis lanjutan menggunakan multivariat. Analisis multivariat (principal component) menunjukkan angka korelasi 0,680 pada indikator PC1 (O5, O10, O1, O3, O2, O4, O9, T16, O21) sebagai KPI. PC1 tersebut terdiri dari meningkatkan jam kerja yang direncanakan dan dijadwalkan, menurunkan jumlah karyawan langsung perawatan setiap shift, meningkatkan jumlah karyawan internal perawatan, menurunkan jumlah karyawan tidak langsung untuk perawatan, meningkatkan jumlah jam kerja operator perawatan produksi, meningkatkan total waktu operasi, dan menurunkan total jumlah kegagalan.

-

Kata Kunci : pengukuran kinerja, departemen perawatan, link-effect, analisis korelasi, Key Performance Indicators


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.