Laporkan Masalah

FAKTOR PENGARUH JANGKAUAN PELAYANAN FASILITAS UMUM NON-PEMERINTAH DI KAWASAN PERBATASAN (STUDI KASUS: KECAMATAN TEMPEL, KABUPATEN SLEMAN)

TAUFIK HIDAYAT, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.

2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Perbatasan adalah suatu garis khayal yang memisahkan dua atau wilayah politik atau yurisdikasi seperti negara, negara bagian atau wilayah subnasional. Perhatian terhadap wilayah perbatasan antar daerah dan implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat seiring dengan fungsi wilayah ini sebagai batas sumber daya. Kesempatan ekonomi tersebut muncul karena adanya pemanfaatan sumber daya di kedua wilayah yang berbatasan dan kedekatannya secara spasial. Selain itu, meningkatnya peluang pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh perubahan kondisi kedua negara ke arah kerjasama yang cenderung meningkatkan potensi pergerakan dengan motif kesempatan ekonomi (perusahaan maupun individual) karena tingginya potensi pasar dalam mengakomodasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh kedua wilayah. Perbatasan mempunyai peranan penting, karena ia menentukan bentuk suatu daerah, membatasi gerakan manusia termasuk kegiatannya di bidang ekonomi. Pada umumnya perbatasan merupakan barier bagi imigrasi dan impor barang dagangan tertentu. Perbatasan antara dua daerah ditentukan dengan persetujuan daerah yang bersangkutan dan melalui beberapa langkah yang dilakukan di meja perundingan sampai menandai perbatasan itu di medan yang sebenarnya. Peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan dimiliki oleh Kecamatan Tempel. Sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Kawasan Kecamatan Tempel ini tidak terlalu luas namun tidak kalah ramai dibanding kawasan-kawasan perdagangan di DIY maupun Jawa Tengah. Fasilitas-fasilitas dan infrastruktur kota sebagai pendukung utama kehidupan masyarakat perkotaan yang terdiri dari infrastuktur jalan, listrik dan lain-lain, dan fasilitas-fasilitas yang berupa sarana pasar, sekolah, masjid, pertokoan, dan lain-lain, terdapat lengkap di kecamatan ini. Kondisi fasilitasfasilitas yang lengkap dan mendukung sebagai pusat kegiatan masyarakat di kecamatan tempel ini, membuat kecamatan ini selalu ramai pada jam-jam kerja. Masyarakat yang datang dan melakukan kegiatan di daerah ini, tidak hanya dari wilayah DIY dan kecamatan ini saja, namun dari berbagai daerah di luar batas administrasi Kecamatan Tempel dan DIY datang ke sini, baik untuk sekedar berkunjung maupun beraktifitas.

Region border is an imaginary line that separates two or politics or yurisdikasi such as countries, states or subnational regions. Attention to the border between the regions and the implications for economic growth tends to increase with the region as a function of resource limits. The economic opportunities arise because of the utilization of resources in both areas bordering and spatial proximity. In addition, increasing economic growth opportunities are affected by changes in the condition of the two countries towards cooperation tends to increase the potential for movement with the motive of economic opportunities (corporate or individual) because of the high market potential in accommodating a variety of resources owned by both regions. Border has an important role, because it determines the shape of an area, restricting the movement of people, including activities in the economic field. Generally the border is a barrier to immigration and imports of certain goods. Border between the two regions is determined by the relevant regional agreements and through some steps taken at the negotiating table to mark the border in actual field. Economic growth opportunities in frontier areas owned by the District Tempel. A district in Sleman district directly adjacent to the province of Central Java. District Tempel this sub region is not very extensive but no less crowded than trade areas in Yogyakarta and Central Java. Facilities and infrastructure of the city as a major supporter of the community life of urban infrastructure consisting of roads, electricity, etc. and facilities such as market infrastructure, schools, mosques, shops, etc. are incomplete at this district. Conditions of complete facilities and support as a community center in this District Tempel, making this district is always crowded during the busy time. People who come in and do the activity in this area, not only from DIY and this district alone, but from various regions outside the district administrative boundaries District Tempel and DIY come here, either for a visit or activity.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.