Laporkan Masalah

ANALISIS DINAMIKA EVAKUASI SAAT GEMPA BUMI DENGAN PENDEKATAN AGENT-BASED MODELING (STUDI KASUS: RUANG SIDANG 1 JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI UGM)

ILHAM AKBAR HARI WIJAYA, Budi Hartono, ST., MPM., Ph.D.

2013 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadi bencana. Dalam menghadapi berbagai bencana yang sering terjadi di Indonesia, persiapan dalam menghadapi bencana harus dilakukan dengan matang. Pada penelitian ini, bencana yang menjadi fokus penelitian adalah gempa bumi. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan data dari Centre for Research on the Epidemiology of Disasters (CRED), Indonesia berada pada posisi ke-3 untuk bencana gempa bumi dari 153 negara. Kemampuan untuk mengevakuasi banyak orang dalam waktu singkat sangat dibutuhkan dalam meminimalisir jatuhnya korban. Oleh karena itu, latihan atau dril simulasi evakuasi diperlukan untuk memperoleh strategi penyelamatan yang optimal. Namun, banyak tantangan dan keterbatasan, baik praktikal maupun finansial. Salah satu solusinya dengan membangun dan mengembangkan model simulasi evakuasi. Simulasi secara praktis dapat meminimalkan berbagai konsekuensi negatif akibat pelaksanaan dril sekaligus memberikan masukan dan wawasan untuk penguatan strategi penyelamatan dan dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perilaku dan mengetahui waktu evakuasi yang dibutuhkan saat evakuasi darurat bencana gempa bumi serta menghasilkan skenario perbaikan dari sistem yang sudah ada. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data karakteristik ruang dan data perilaku yang didapatkan dari kuesioner, observasi langsung dan data empiris. Kemudian, model simulasi dibangun dengan menggunakan software NetLogo. Setelah model dinyatakan valid, dilakukan skenario perbaikan sistem untuk menentukan skenario terbaik. Pembangunan model simulasi dilakukan dengan metode agent-based modeling sebagai sarana untuk mempelajari perilaku dan mengetahui waktu evakuasi. Agent-based modeling merupakan simulasi komputer yang digunakan untuk mengetahui konsekuensi dari interaksi antar individu dalam sistem yang dinamis. Penelitian ini dilakukan di ruang sidang satu, JTMI UGM. Dari hasil simulasi, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan evakuasi dari ruang sidang satu sampai keluar gedung A JTMI adalah 71,4 detik dengan keadaan pintu depan terbuka, dan 61,7 detik apabila kedua pintu ruang sidang satu dibuka dan dapat dilalui untuk evakuasi. Skenario perbaikan dengan waktu evakuasi paling rendah adalah dengan melakukan pelebaran pintu utama ruang sidang satu, menambah pintu keluar gedung yang terletak di depan kamar mandi dosen lantai 1 JTMI dan membagi rute evakuasi menjadi dua. Dari skenario perbaikan yang telah disimulasikan diperoleh selisih waktu antara business as usual dengan skenario perbaikan diperoleh selisih waktu 13 detik, baik dalam keadaan kedua pintu dapat dibuka atau dalam keadaan pintu belakang terkunci.

-

Kata Kunci : Simulasi, Evakuasi, Darurat, Gempa Bumi, Agent-based Modeling


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.