Laporkan Masalah

ASPEK HUKUM PEMBUATAN KONTRAK BAKU AKTA PERJANJIAN KREDIT BANK OLEH NOTARIS DI KOTA YOGYAKARTA

I KADEK HADI PARWATA, Pitaya, S.H., M.Hum

2013 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah antara lain: untuk mengetahui penerapan prinsip keseimbangan dalam pembuatan kontrak baku akta perjanjian kredit notariil bank oleh notaris yang dikaitkan dengan kewenangan dan kewajiban jabatan notaris, untuk mengetahui hal-hal yang menjadi pertimbangan notaris dalam membuat kontrak baku akta perjanjian kredit notariil bank yang ditengarai menimbulkan bargaining position yang lebih menguntungkan pihak bank, mengetahui perlindungan hukum bagi nasabah bank yang berada pada kedudukan yang lemah akibat dari pembuatan kontrak baku akta perjanjian kredit notariil bank yang tidak seimbang. Tesis ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan sifat penelitian adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian adalah kota Yogyakarta. Adapun teknik pengambilan sampelnya dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling yang menggunakan purposive sampling atau judgemental sampling. Subyek penelitian adalah notaris-notaris yang memenuhi kriteria peneliti dan narasumber dari akademisi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Terdapat 3 (tiga) hasil penelitian yang dilakukan dalam tesis ini yang antara lain adalah: pertama, kedudukan notaris bukanlah sebagai pihak dalam akta perjanjian kredit. Notaris berada pada keadaan bebas, mandiri, netral dalam artian tidak berpihak kepada salah satu pihak sehingga menjalankan kewenangan dan kewajiban yang melekat pada jabatan profesi notaris menjadi suatu bentuk tindakan notaris untuk memberikan gambaran bahwa notaris telah menjalankan prinsip keseimbangan bagi pihak-pihak dalam pembuatan akta perjanjian kredit tersebut. Kedua, hal-hal yang menjadi pertimbangan notaris dalam pembuatan kontrak baku akta perjanjian kredit bank yang ditengarai menimbulkan bargaining position yang lebih menguntungkan pihak bank antara lain: Adanya pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis, sudah menjadi kewajiban notaris untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta dibukanya ruang atau kesempatan melakukan negosiasi di antara kedua pihak. Ketiga, secara garis besar ada 2 (dua) bentuk perlindungan hukum nasabah bank yang berada pada kedudukan lemah akibat dari pembuatan kontrak baku akta perjanjian kredit notariil bank yang tidak seimbang yaitu; Perlindungan yang bersifat preventif dan Perlindungan yang bersifat represif.

The aim of this research is among others: to determine the application of the principle of balance in making of standard contract from deed of notarized credit agreement of bank by a notary that is associated with the authority and obligation of the notary position, to know things into consideration of notary in making standard contract from deed of notarized credit agreement of bank that is suspected to cause bargaining position which is more profitable to the bank, to find out the legal protection for bank customers who are in a weak position because of making of the standard contract from deed of notarized credit agreement of bank that is not balanced. This thesis is a research of normative empirical law with charateristic of descriptive analytical research. The research location is in Yogyakarta. The technique of taking sample in this research is done by using technique of non-probability sampling that uses purposive sampling or judgemental sampling. The subject of research are notary which fill the criteria of this research and informant from academician. The analysis of this research is a qualitative analysis. There are three results of research which are conducted in this thesis, among others: first, the position of notary is not a party in deed of credit agreement. Notary is in a free position, independent, neutral in the sense that does not favor of one party. Making of deed referred to is purely party acte. Thus, implementing authority and obligation which attach to the position of the notary profession become a form of notarial action to provide an overview that notary has implemented the principle of balance for the parties in making of deed of credit agreement. Second, things which become consideration of notary in making of standard contract from deed of bank credit agreement which is suspected to cause bargaining position which is more profitable to the bank, among others: on the basis of sociological and juridical considerations, becomes notary obligation to provide services to the public, as well as the opening of the space or opportunity to negotiate between two parties. Third, in general there are two forms of legal protection of bank customers who are in weak position because of making of standard contract of deed of notarized credit agreement of bank that is not balanced are it has preventive and repressive protections,

Kata Kunci : kontrak baku, akta perjanjian kredit bank, notaris


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.