Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS KERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI WILAYAH UPT BALAI PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SLEMAN

RINA INDRAWATI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si.

2013 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini dilakukan di UPT Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kabupaten Sleman. Lembaga ini terbagi menjadi delapan unit penyuluhan teknis yang meliputi wilayah I di Moyudan, wilayah II Godean, wilayah III Seyegan, wilayah IV Sleman, wilayah V Pakem, wilayah VI Cangkringan, wilayah VII Berbah, dan wilayah VIII Prambanan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui efektivitas kerja penyuluh pertanian lapangan dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan metode kuantitatif secara survei. Pengambilan sampel penyuluh dilakukan secara sensus. Total responden berjumlah 60 penyuluh pertanian lapangan (PPL), yaitu 41 penyuluh tanaman pangan dan hortikultura dan 19 penyuluh peternakan dari masingmasing lembaga yang meliputi 7 PPL di Wilayah I Moyudan, 8 PPL di Wilayah II Godean,12 PPL di Wilayah III Seyegan, 7 PPL di Wilayah IV Sleman, 6 PPL di Wilayah V Pakem, 8 PPL di Wilayah VI Ngemplak, 5 PPL di Wilayah VII Berbah,dan 7 PPL di Wilayah VIII Prambanan. Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh (68,33%) efektivitas kerjanya sedang, dan penyuluh yang memiliki efektivitas kerja tinggi sebesar 31,67%. Efektivitas kerja penyuluh pertanian yang lemah dengan skor rendah (<50%) adalah pada unsur: pengembangan profesi, yang meliputi membuat karya tulis ilmiah pertanian yang dipublikasikan, membuat karya tulis ilmiah yang tidak dipublikasikan dalam bentuk buku, dan membuat tulisan ilmiah yang disebarluaskan dalam bentuk media. Pendidikan dan motivasi berpengaruh nyata secara positif terhadap efektivitas kerja penyuluh pertanian lapangan. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap efektivitas kerja penyuluh pertanian lapangan adalah umur, jenis kelamin, lama tugas, pelatihan, jenis komoditi, luas wilayah kerja, dan jumlah kelompok tani yang dibina.

This research was done in UPT BP3K, Sleman Regency. The institution is divided into eight units of extension technical services consisted of area I in Moyudan, area II in Godean, area III in Seyegan, area IV in Sleman, area V in Pakem, area VI in Cangkringan, area VII in Berbah, and area VIII in Prambanan. This research aims to understand the work effectivity of field agricultural extension workers in holding a counseling based on the main task and its function and knowing the factors influenced the work effectivity of field agricultural extension workers in Sleman Regency. The methods used in this research is descriptive analytical approach by applying to quantitative methods and the survey. The selection of extension workers was carried out by sensus. Total respondents were 60 of field agricultural extension workers (PPL), which are 41 of food crops, horticulture extension workers, and 19 of farm extension workers from each institution which includes 7 PPL in the region I Moyudan, 8 PPL in the region II Godean, 12 PPL in the region III Seyegan, 7 PPL in the region IV Sleman, 6 PPL in Region V Pakem, 8 PPL in the region VI Ngemplak, 5 PPL in Region VII Berbah, and 7 PPL in the region VIII Prambanan. Methods of analysis used are the test of proportions and a simple linear regression analysis. The results showed that of 68,33% stated that the effectiveness of extension workers can be categorized as well perform and extension workers who have a high effectiveness is 31,67%. The effectiveness of agricultural extension workers work with score low (<50%) in the professional development that includes on making publication of agricultural scientific papers, scientific papers that are not published in book form, and scientific writings disseminated in the form of media. Education and motivation positively influenced toward the effectiveness of field agricultural extension workers. Factors which do not significantly affecting the real effectiveness of field agricultural extension workers are age, sex, experiences, training, type of commodity, work area, and the number of farmers group that built.

Kata Kunci : Efektivitas kerja penyuluh, penyuluh pertanian, Sleman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.