Laporkan Masalah

POLA PENYAKIT DAN KUNJUNGAN ANAK KE PELAYANAN KESEHATAN SEBELUM DAN SETELAH ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN CANGKRINGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2009-2011

ADI FIANITA, Elsi Dwi Hapsari, S.Kp, MS., DS.

2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar belakang: Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Bencana tersebut dapat menyebabkan munculnya beberapa masalah kesehatan bagi seseorang yang mengalami.Hal ini dapat mempengaruhi jumlah kunjungan pasien ke pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui pola penyakit dan kunjungan anak ke pelayanan kesehatan sebelum dan setelah erupsi Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional menggunakan model studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar check list. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengambil laporan rekam medis bulanan di Puskesmas Cangkringan bulan Oktober 2009-2011. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji Unpaired t-test dan uji Mann Whitney. Hasil: Jumlah kunjungan anak di Puskesmas Cangkringan meningkat pada bulan Mei 2011. Penyakit yang paling banyak dialami adalah penyakit pada saluran pernafasan. Terdapat perbedaan yang signifikan pada penyakit sistem pernafasan, sistem pencernaan, simptomatologi dan tanda pada sistem sirkulasi dan respiratorius, simptomatologi dan tanda pada system pencernaan dan abdomen antara sebelum dan setelah erupsi Merapi (772 vs 1117, p=0,036; 2 vs 28, p=0,007; 0 vs 7, p=0,033; 1 vs 4, p=0,006). Setelah erupsi muncul kasus baru yaitu neoplasma maligna, neoplasma benigna, gangguan endokrin, metabolik dan nutrisi, penyakit pada susunan saraf , simtomatologi dan tanda pada sistem sirkulasi dan respiratorius dan penyakit akibat benda asing Total kunjungan anak ke Puskesmas Cangkringan sebelum dan setelah erupsi Merapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan (1151 vs 1635, p=0,222) Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah kasus sebelum dan setelah erupsi dan ditemukan kasus baru setelah erupsi. Sebaiknya pihak puskesmas maupun perawat meningkatkan pendidikan kesehatan, pencegahan dan perawatannya ketika terjadi bencana serta lebih siap dalam menangani dampak bencana.

Background:Indonesia is a disaster-prone areas. Disaster is series of events that threaten and disrupt people's life. It can cause some health issues for people who experieced it. Furthermore, number of patients who visit health care service may be influenced. Objective: To analyze the patterns of disease and number of child visits to the health care service before and after Merapi eruption at Cangkringan subdistrict , Sleman regency, Yogyakarta. Methods:Quantitative descriptive with cross-sectional design was implemented with using documentation study. A checklist sheet was used to collect data gathered from monthly medical records in Cangkringan public health center. Data were analyzed with descriptive statictic analysis, unpaired test, t- test and Mann Whitney test. Result: Number of children who visited Cangkringan public health center was increased on May 2011. Respiratory tract disease was found to be the most common disease in before and after eruption. Number of disease cases found in respiratory tract, digestive system, symptomatology and the sign of circulatory and respiratory, symptomatology and the sign of digestive system and abdomen were significantly increased after eruption (772 vs 1117, p=0,036; 2 vs 28, p=007; 0 vs 3, p=0,033; 1 vs 14, p=0,006; respectively). New cases found after eruption were neoplasma malignant, neoplasma benign, endocrine and nutritional disorders, nervous system, symptomatology and the sign of circulatory and respiratory and foreign body. There was no significant difference for total number of child visit between before and after eruption (1151 vs 1635, p=0,222). Conclusions: There was differences the number of cases before and after eruption and found new cases after eruption. Public health center and nurse should improve their activity in health education, prevention, and its treatment when disaster occur, and more prepared in taking care of the impact of disaster.

Kata Kunci : Penyakit, kunjungan, anak, pelayanan kesehatan, bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.