Laporkan Masalah

TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA PENGGUNA METAMFETAMIN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA YOGYAKARTA

A PRIMA VISTA OKTA REGINA, drg. Sri Budiarti, M.S.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi, ditandai dengan terjadinya demineralisasi pada substansi inorganik gigi dan destruksi pada substansi organik gigi. Proses terjadinya karies dipengaruhi empat faktor utama, yaitu hospes, mikroorganisma, substrat, dan waktu. Penyebab karies gigi multifaktorial, salah satunya adalah akibat penyalahgunaan obat-obatan. Metamfetamin sebagai golongan obat adrenergik dengan nama populer shabu-shabu terbukti berpengaruh terhadap terjadinya karies rampan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keparahan karies gigi pada penggunaan metamfetamin di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta. Subyek penelitian adalah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta pengguna metamfetamin, berjumlah 51 dengan pemilihan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Dilakukan pemeriksaan rongga mulut pada subyek sesuai standar pemeriksaan diagnostik. Cara penilaian karies gigi menggunakan indeks DMF-t. Data hasil penelitian merupakan data kualitatif yang disajikan berupa prosentase tingkat keparahan karies gigi pada subyek sampel dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DMF-t dengan kategori sangat rendah 9,80%, rendah 11,80%, sedang 19,60%, tinggi 13,70%, dan sangat tinggi 45,10%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat keparahan karies gigi pada pengguna metamfetamin di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta menunjukkan hasil DMF-t sangat tinggi.

Caries dentis is tooth disease, signed by demineralization of inorganic materials and destruction of organic materials. The process of caries is affected four major factors, among others host, microorganism, substrate, and time. Caries may caused by many factors, one of them as the effect of drug abused. Methamphetamine known as shabu-shabu is an adrenergic drugs, which act by its contribution to the rampant caries. The aim of this study is to know the level of caries dentis severity on methamphetamine abusers in Yogyakarta’s narcotics prison. The subject of this study is 51 of methamphetamine abusers inmates Yogyakarta’s narcotics prison, that taken by consecutive sampling technique. Standart oral examination were done on each of the subjects. Caries dentis is scored by DMF-t index. Due to the level of caries dentis severity is qualitative data, so where were presented at tables and graphics. The result of DMF-t scores of this study are very low (9,80%), low (11,80%), moderate (19,60%), high (13,70%), and very high (45,10%). It that the caries dentis severity of methamphetamine abusers in Yogyakarta’s narcotics prison was very high concluded as categorized by DMF-t.

Kata Kunci : karies rampan, metamfetamin, dan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.