Laporkan Masalah

MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERPERSPEKTIF EKOFEMINISME OLEH LEMBAGA NAWAKAMAL DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG

MAULA PARAMITHA W, Dr. Agr. Sri Peni Wastutiningsih

2013 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Tantangan pemberdayaan perempuan saat ini tidak hanya berhenti pada aspek teknis tetapi juga perlu sampai pada kesadaran kritis mengenai konteks masalah yang sedang dihadapi, salah satunya pangan. Kedekatan perempuan dengan pangan dapat dipahami lebih dari sekedar urusan domestik karena masalah pangan memiliki kompleksitas yang setara dengan konteks yang dihadapi perempuan yaitu sistem kapitalis-patriarkal. Penelitian ini menggunakan perspektif ekofeminisme dalam melihat kaitan antara perempuan dan pangan melalui dekonstruski sistem pertanian modern yang tenyata tidak hanya merugikan manusia tetapi juga alam. Fokus penelitian adalah gagasan pemberdayaan ‘Dari Pekarangan Menuju Meja makan’ yang dimiliki oleh Lembaga Nawakamal di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang dan implementasinya kemudian dijadikan model pemberdayaan perempuan berperspektif ekofeminisme. Tujuan penelitian ini untuk membuat struktur gagasan pemberdayaan menggunakan perspektif ekofeminisme dan implementasinya dalam pemberdayaan kemudian mengkonstruksinya menjadi model pemberdayaan perempuan. Penelitian ini menggunakan Mix-Method dengan menggabungkan pendekatan kualitatif melalui metode Struktur-Lege-Technik untuk strukturisasi gagasan pemberdayaan dan pendekatan kuantitatif melalui survei untuk mengetahui implementasi gagasan terhadap 30 perempuan sasaran pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antar agregat gagasan yang menjadi dasar pemberdayaan yaitu pertanian modern berdampak pada perempuan, pangan dan ekologi sehingga perempuan perlu berjuang memenuhi hak atas pangan sehat dan kelestarian alam melalui pertanian ramah lingkungan dimulai dari pekarangan. Perspektif ekofeminisme melihat fenomena ini dengan konsep maskulinitas di mana pertanian modern menimbulkan kekerasan terhadap alam dan manusia dalam konteks pemberdayaan serta konsep feminitas yang berupaya mengembalikan pertanian untuk pangan (subsistensi) dan kelestarian alam dalam gagasan pemberdayaan. Model pemberdayaan menggunakan perspektif ekofeminisme sebagai pijakan paradigmatis dengan implementasi melalui pelatihan teknis dan FGD yang dilakukan dengan pendekatan pendidikan kritis serta media penyadaran berupa booklet dan film. Pemberdayaan ini membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga membutuhkan roadmap yang jelas mulai dari capaian teknis sampai munculnya kesadaran ekofeminisme pada sasaran pemberdayaan.

The issue of women's empowerment does not stop at the technical aspects but also deals with the critical awareness of current problems, one of them being food. For women, proximity to food is more than just a domestic affair due both to the complexity of food systems and the capitalist-patriarchal system that all women face. This study uses ecofeminist perspectives to examine the relationship between women and food through deconstruction of modern agricultural systems that are detrimental to both humans and nature. The focus of this research is based on the idea of ‘From the Backyard Towards Dining Table’ which was created by the NGO Nawakamal, in Magelang regency Dukun District. The implementation of this idea can be used to illustatre women’s empowerment through ecofeminism perspectives. This study uses the Mix-Method, which combines the qualitative approach of Structure-Lege-Technik to structure ideas of empowerment, and quantitative approach of surveys of 30 women empowerment targets to determine the success of the implementation of the idea. The purposes of this research were to construct the empowerment’s idea using ecofeminism perspectives and to find out it implementation during empowerment and construct it as a empowerment model. Analysis showed a connectivity between the idea of the aggregate of empowerment that modern agriculture impacts women, food and ecology. Thus, women need to strive for the right to healthy food and environmental sustainability by using environmentally friendly farming, which is begun in their own backyards. Ecofeminism perspectives hold the idea that masculinity in modern agriculture has caused violence against both humans and nature and that femininity can restore the farm for food (subsistence) and the help to preserve nature through the use of environmentally friendly farming. Empowerment models using the perspective of ecofeminism as a paradigmatic base, along with the implementation of technical training and FGDs, were conducted with a critical approach to education and media awareness in the form of booklets and film. The empowerment need a long time, thus its need a roadmap for technical and awarness goal

Kata Kunci : Pemberdayaan, Perempuan, dan Ekofeminisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.