Laporkan Masalah

STATUS PENYAKIT KARAT TUMOR PADA PERTANAMAN SENGON (Falcataria moluccana) MURNI DAN CAMPURAN (Studi Kasus di Desa Madureso dan Lungge, Kec. Temanggung, Kab.Temanggung)

ZULFA CHIMAYATI, Dr. Ir. Sri Rahayu, MP.

2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Sengon (Falcataria moluccana) merupakan jenis tanaman yang tergolong pohon cepat tumbuh dan dapat beradaptasi pada berbagai keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan. Di Pulau Jawa, banyak pengusaha yang menanam jenis pohon ini baik sebagai hutan tanaman industri (HTI) maupun sebagai hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status penyakit karat tumor berdasarkan luas dan intensitas penyakit di hutan tanaman sengon murni dan campur. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2012. Lokasi penelitian di hutan rakyat sengon monokultur di Desa Madureso dan hutan rakyat sengon campur di Desa Lungge Kecamatan Temanggung Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan dengan metode survey pada masing- masing tipe pertanaman dengan 3 blok/ulangan yang diambil berdasarkan jarak lokasi dari tepi jalan. Masing-masing ulangan dibuat 3 plot dengan ukuran 10x10 m2 dan jarak antar plot 20 m. Metode analisis yang digunakan yaitu Ms excel 2010 untuk menghitung rerata nilai IP dan LS dari serangan karat tumor pada sengon. Dari penelitian menyatakan bahwa pada hutan murni status luas serangan penyakit karat tumor berkisar antara 50%-72% (common hingga very common) dan pada hutan campuran berkisar antara 23%-46% (occasional hingga common). Sedangkan status penyakit karat tumor berdasarkan intensitas penyakit karat tumor pada hutan murni (3,94%-6,67%) maupun hutan campuran (1,11%-2,48%) masih tergolong rendah.

-

Kata Kunci : Sengon, hutan murni dan campuran, Status karat tumor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.