SINERGI KELEMBAGAAN DALAM UPAYA OPTIMALISASI PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI DI KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL
IM. DENY KRISNA AJI, Dr. Agr. Sri Peni Wastutiningsih.
2013 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul dengan tujuan mengetahui lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengelolaan jaringan irigasi dan bentuk keterlibatannya, mengetahui kebijakan, proses terjadinya sinergi kelembagaan serta model sinergi kelembagaan yang dibangun dalam upaya optimalisasi pengelolaan jaringan irigasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif secara eksploratif dengan pengembangan analisis deskriptif. Pengambilan informan dilakukan secara purposive yaitu terbagi menjadi informan utama yang meliputi P3A di Desa Argosari, Argodadi, Argorejo dan Argomulyo. Informan kunci yaitu Dinas SDA, Dipertahut, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan GP3A. Informan tambahan adalah penyuluh pertanian dan pihak-pihak terkait yang dikembangkan secara eksploratif. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dengan teks bersifat naratif dilengkapi tabel, matriks, bagan dan gambar, serta dilakukan verifikasi. Uji keabsahan data digunakan uji kredibilitas yang meliputi triangulasi, menggunakan bahan referensi dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga-lembaga yang bersinergi formal adalah Bappeda, Sekda, Dinas SDA, Dipertahut, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, GP3A, dan P3A, sedangkan yang bersinergi tidak formal adalah DPU, BPP, dan Kelompok Tani. Kebijakan pemerintah tentang irigasi adalah Dinas SDA mengelola jaringan irigasi primer dan sekunder, sedangkan Dipertahut pada jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan P3A. Proses terjadinya sinergi kelembagaan dimulai dengan adanya kebijakan dan interaksi sosial lembaga-lembaga terkait. Model sinergi yang dibangun dengan bentuk kerjasama joint agreements dan jointlyformed authorities serta alur sinergi secara top down dan bottom up dengan adanya partisipasi masyarakat. Sinergi yang dibangun hanya pada kegiatan teknis untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi saja, belum terjadi pada kegiatan kelembagaan untuk keberlanjutan sinergi pengelolaan jaringan irigasi.
The research was conducted in Sedayu sub-district Bantul regency. It aimed to investigate what institutions which are involved in managing irrigation and theirpolicy, synergy models,how institutional synergy process built, and what kind of institutional synergy which is established to optimize irrigation management. The research method was qualitative exploratively which was developed by descriptive analysis. Informants were collected by purposive method. The main informants wereP3A in Argosari, Argodadi, Argorejo, and Argomulyo village. The key informants were Water Resource Agency, Agriculture and Forest Agency, sub-district government, village government and GP3A. The additional informants were agricultural extension workers and related parties which were developed exploratively. The methods used for data analysis were data reduction, data presentation by narrative containing tables, matrix, charts, and pictures; and verification. Data validation was conducted by using credibility test covering triangulation, using references and membercheck. The result showed that institutions which formally synergized were Regional Planning Agency, Regional Secretary, Water Resource Agency, Agriculture and Forest Agency, Subdistrict government, village government, GP3A, and P3A, while the institutions that informally synergized were Public Work Agency, Agriculture Extension Agency, and farmers’ group. Government policy explains that Water Resource Agency manages primary and secondary irrigation, while Agriculture and Forest Agency manages tertiary irrigation by empowering P3A.Institutional synergy was preceded by policy and social interaction of related institutions. Synergy model were formed by cooperation of joint agreements and jointly-formed authorities; and top-down and bottom-up synergy come from community participation. Synergy which established was only on technical activity to fulfill irrigation needs, do not cover institutional activities for sustainable synergy in managing irrigation.
Kata Kunci : Sinergi Kelembagaan, Pengelolaan Jaringan Irigasi, Partisipasi Masyarakat, dan Sedayu-Bantu