KAJIAN PEMANFAATAN APBD UNTUK SEKTOR PENDIDIKAN DI PROVINSI ACEH
PUTRA RIYANSAH, DRS. Risyanto, M.S.
2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHKebijakan otonomi daerah di Indonesia memberi peluang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mengatur keperluan rumah tangganya sendiri. Termasuk di dalamnya adalah keperluan pembiayaan sektor pendidikan.Pendidikan merupakan bagian yang penting untuk mendorong perkembangan wilayah, karena dengan pendidikan dapat diciptakan sumber daya manusia yang handal dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional secara berkelanjutan. Penelitian yang berjudul : Kajian Pemanfaatan APBD untuk Sektor Pendidikan di Provinsi Aceh ini†merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika pembiayaan sektor pendidikan di Provinsi Aceh dalam kurun waktu tahun 2007 hingga 2011, mengetahui bagaimana pemanfaatan alokasi pembiayaan sektor pendidikan di Provinsi Aceh, dan untuk mengetahui bagaimana pengalokasian dana bantuan pendidikan menurut kabupaten/kota serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besaran alokasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa selama tahun 2007-2011 jumlah APBD yang dialokasikan untuk sektor pendidikan mengalami fluktuasi baik secara nilai maupun dari besaran prosentase dari total APBD. Kabupaten Aceh Utara merupakan kabupaten yang paling banyak mengalokasikan APBD-nya untuk sektor pendidikan, sedangkan Kabupaten Pidie adalah kabupaten yang mengalokasi APBD untuk sektor pendidikan paling sedikit. Pemanfaatan pembiayaan pendidikan terfokus pada pendidikan 9 tahun, hal ini dapat diketahui dengan pengalokasian dana sebesar 52,06 persen dari total APBD untuk sektor pendidikan. Kabupaten Aceh Utara menerima BOS terbesar sedangkan penerima BOS terkecil adalah Kota Sabang.Besaran BOS yang diterima kabupaten/kota ini berhubungan dengan jumlah murid menurut jenjang pendidikan dan jumlah sekolah, serta berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di masing-masing kabupaten/kota.
Indonesian autonomy policy gives greater opportunity to local government to rearrange their internal needs, includes educational financing. Education is an integral part to encourage the development of the region, because with education can be created realiable human recources that can contribute to national development. This research titled “ utilizing of fund of APBD to education sector in Aceh Province†is a quantitative research to find out financing education dynamic during the year 2007 till 2011, and utilizing of the budget in Aceh Province. The objective of the research is also to find out how the operational school donation is allocated according to regency or city and to find associated factors. The result of this research shows during the year 2007 -2011, APBD allocated to education sector experiencing fluctuations in the amount of the APBD either the percentage. North Aceh regency allocated the most of the fund of APBD to eduction sector among the regency/ city meanwhile Pidie Regency allocated the least amount of it’s budget of APBD to eduction sector. The utilizing of education funding is focused at nine years old education, it can be proved by the allocation up to 52,06 % from total APBD for education sector. Aceh Utara received the largest operational school donation ( BOS ) fund among the regency/ city, and Sabang City received the fewest. The quantities of BOS that received by regency/ city correlated with the number and level of school and also the number of poor people.
Kata Kunci : pembangunan, alokasi, pendidikan