Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN CANGAK ABU (Ardea cinerea Linnaeus, 1758) DAN KOWAK MALAM KELABU (Nycticorax nycticorax L.) DI ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS GADJAH MADA

EKO WAHYU SETYOAJI, Ir. Djuwadi, MS.,

2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Keberadaan Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM yang hidup dan berkembang secara alami, memerlukan perhatian berbagai pihak untuk kelestarian serta penanggulangan dampaknya termasuk masyarakat baik masyarakat yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung. Adanya dukungan dan peran masyarakat diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat sekitar terhadap keberadaan Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM dan mengetahui adanya kepedulian masyarakat sekitar terhadap habitat cangak abu dan kowak malam kelabu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis dengan cara mengumpulkan dan menyusun data primer ke dalam tabel-tabel dengan menyajikan frekuensi jawaban responden dengan persentase. Kemudian data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan diinterpretasi. Persepsi masyarakat dibagi ke dalam 3 indikator, yaitu persepsi terhadap cangak abu dan kowak malam kelabu, persepsi terhadap dampak keberadaan cangak abu dan kowak malam kelabu, dan persepsi terhadap upaya pelestarian cangak abu dan kowak malam kelabu. Hasil penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu meliputi persepsi masyarakat terhadap status, dampak, serta upaya pelestarian Cangak Abu Dan Kowak Malam Kelabu di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM. Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui status Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu (70%). Pada dampak keberadaan Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu, masyarakat memiliki pandangan negatif dimana 76,67% masyarakat berpendapat bahwa Cangak Abu dan Kowak Malam kelabu dirasa sangat mengganggu akibat bau kotoran hewan tersebut. Meskipun dirasa mengganggu, sebanyak 63,33% masyarakat menyatakan bahwa upaya pelestarian Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu tetap perlu untuk dilakukan. Kepedulian masyarakat diwujudkan dengan membiarkan burung-burung tersebut hidup liar secara alami, agar kelestariannya terjaga. Masyarakat juga ingin dampak negatif keberadaan Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu dapat ditekan atau dikurangi.

-

Kata Kunci : persepsi, Cangak Abu dan Kowak Malam Kelabu, dampak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.