Laporkan Masalah

PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM SULFAT DARI AMONIA DAN ASAM SULFAT KAPASITAS 250.000 TON/ TAHUN

HUTAMI INSAN PERWITA, Ir. Suprihastuti Sri Rahayu, M.Sc.

2013 | Skripsi | TEKNIK KIMIA

Dalam prarancangan pabrik amonium sulfat dari amonia dan asam sulfat kapasitas 250.000 ton/tahun ini digunakan proses netralisasi. Proses netralisasi merupakan salah satu proses kering karena produk amonium sulfat yang dihasilkan memiliki kadar air yang relatif rendah. Reaktor yang digunakan dalam proses ini adalah spray reactor yang dioperasikan pada tekanan 5 atm dan suhu 143°C. Produk amonium sulfat yang dihasilkan 31565,6566 kg/jam diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pupuk ZA dalam negeri. Pada proses ini tidak dihasilkan produk samping. Jumlah bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi amonium sulfat sebanyak 31565,6566 kg/jam adalah 8049,24 kg/jam amonia dan 23221,6592 kg/jam asam sulfat. Bahan pembantu yang digunakan untuk menunjang jalannya proses berupa air dan udara. Lokasi yang dipilih dalam prarancangan pabrik amonium sulfat dari amonia dan asam sulfat ini adalah di Bontang, Kalimantan Timur. Hal ini didasari oleh pertimbangan lokasi tersebut dekat dengan sumber bahan baku amonia. Amonia diperoleh dari PT. Kaltim Parna Industri, sedangkan asam sulfat diperoleh dari PT. Petrokimia Gresik. Penanganan amonia lebih sukar dibandingkan dengan penanganan asam sulfat karena memerlukan sistem refrigerasi atau sistem tekanan tinggi dalam hal penanganannya. Luas total lahan yang akan digunakan sekitar 40.000 m2. Jumlah total pekerja yang ada adalah 162 orang. Modal yang diperlukan untuk merancang pabrik ini diperkirakan sekitar Rp. 118.592.358.900,7180 untuk modal tetap (fixed capital) dan Rp 241.685.642.514,4080 untuk modal kerja (working capital). Dengan mengambil nilai tukar dolar terhadap rupiah sebesar Rp 9.795 maka nilai modal tetap dan modal kerja berturut – turut adalah US$ 12.107.438,3800 dan US$ 24.674.389,23. Hasil analisa ekonomi menunjukkan tingkat pengembalian modal per tahunnya (return on investment) sebelum pajak sebesar 97,11%. Tingkat pengembalian modal sesudah pajak, ROIa adalah 48,56%. Payout time (POT) sebelum pajak bernilai 0,93 tahun. Sedangkan POT sesudah pajak (POTa) sebesar 1,71 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41,07%. Nilai BEP ini menunjukkan bahwa pabrik ini menarik untuk diinvestasikan karena masih memenuhi rentang nilai BEP pabrik menarik untuk ditinjau, yaitu 30 – 60%. Evaluasi ekonomi yang dilakukan memberikan hasil bahwa pabrik ini akan memperoleh keuntungan sebelum dikurang pajak sebesar Rp 115.166.003.008 per tahun. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa pabrik amonium sulfat dengan kapasitas 250.000 ton/ tahun menarik untuk dikaji lebih lanjut.

In this 250.000 ton/year-capacity ammonium sulphate from ammonia and sulfuric acid preliminary plant design uses neutralization process. Neutralization process is one of dry process because ammonium sulphate product yielded has relatively low water content. The reactor type used in the process is spray reactor operated in pressure of 5 atm and temperature of 143 °C. The amount of ammonium sulphate product yielded is 31565,6566 kg/hour. It is expected to fulfill ammonium sulphate fertilizer local needs. In this process there is no side products produced. The amount of raw materials needed to produce 31565,6566 kg/hour are 8049,24 kg/hour of ammonia dan 23221,6592 kg/hour of sulfuric acid. Supporting materials used in this process are water and air. The decided location in this ammonium sulphate from ammonia and sulfuric acid preliminary plant design is Bontang, Kalimantan Timur. This decision is based on the rawmaterial- oriented judgement, in this case is ammonia. Ammonia is provided by PT. Kaltim Parna Industri, whereas sulfuric acid is provided by PT. Petrokimia Gresik. Ammonia handling and storage is considered more hazardous than sulfuric acid because it sometimes needs refrigeration system or high-pressurized vessel. The total of area planned to build is around 40.000 m2. The total of workers planned to recruited are 162 people. The capital required to design this plant is predicted to be around Rp. 118.592.358.900,7180 for the fixed capital and Rp 241.685.642.514,4080 for the working capital. By taking rupiah to dollar exchange rate of Rp.9.795 it can be seen that the value of fixed and working capitals are US$ 12.107.438,3800 and US$ 24.674.389,23 as follow. Economic evaluation shows its percent return of investment before taxes (ROIb) is 97,11%. This return of investment value after taxes (ROIa) is 48,56%. The payout time before taxes (POTb) is 0,93 year, whereas its value after taxes (POTa) is 1,71 year. The Break Even Point (BEP) is 41,07%. This BEP value shows that this plant design can still be considered as potentially interesting to invest since it is still in a interesting-to-invest BEP range, 30 – 60%. Economic evaluation shows that the plant would earn profit before taxes as much as Rp 115.166.003.008 per year. It leads us that the 250.000 ton/year capacity ammonium sulphate preliminary design plant is quite interesting to be evaluated further.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.