IMPLEMENTASI PROGRAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI DAERAH STUDI KASUS SMP 2 NGRAMBE KECAMATAN NGRAMBE KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR
IVON DIONA AGA M, Dra. Ambar Teguh Suliatiyani, M.Si.
2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Pendidikan merupakan salah satu hak asasi manusia yang paling fundamental. Merupakan kewajiban bagi negara untuk membangun pendidikan masyarakatnya dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, alinea ke 4. Pemberlakuan otomnomi daerah memunculkan desentralisasi pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan pendidikan, maka pada tahun ajaran 2006/2007 pemerintah mulai mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang memberikan kewenangan seluas-luasnya bagi sekolah untuk membuat kurikulum sendiri sesuai dengan kemampuan agar dapat memunculkan bibit unggul di kemudian harinya. Implementasi kebijakan diartikan sebagai segala tindakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran kebijakan yang telah dirumuskan sedangkan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Adapun teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif yaitu suatu teknik analisis data kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan yang terjadi secara bersamaan (Milen dan Huberman, 1992 :16). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan Kurikukulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP Negeri 2 Ngrambe belum optimal karena masih ada masalah-masalah seperti; kurang sosia;isasi dan komunikasi kurang efektif. Hal ini dapat dilihat dari proses implementasi yang ada mulai dari perencanaan, hingga implementasi. Untuk perbaikan yang perlu dilakukan adalah meningkatkan sosialisasi KTSP kepada Guru, murid dan wali murid. Di samping itu komunikasi ditingkatkan dengan cara meningkatkan interaksi antara lembaga sekolah dengan Dinas Pendidikan, komunikasi interpersonal antara sekolah dengan siswa.
Education is one of the human rights of the most fundamental. An obligation for the state to build a community education in the context of national life, as stated in the 1945 Constitution, paragraph 4. Implementation of regional autonomy led to the decentralization of education in an effort to boost the development of education, then the school year 2006/2007 the government began to implement unit level education curriculum (SBC) that provides the broadest authority for schools to make their own curriculum in accordance with the ability to be able to bring seeds later in the day. Implementation of the policy is defined as any action in order to achieve policy goals and objectives that have been formulated while the curriculum is a set of plans and arrangements regarding the purpose, content, and teaching materials and methods used to guide the implementation of learning activities to achieve specific educationalgoals. The data analysis technique used in this study is an interactive analysis technique is a qualitative data analysis technique that consists of three flow activities, namely (1) data reduction, (2) the presentation of the data, and (3) concluding that occur simultaneously (Milen and Huberman, 1992: 16). Results of this study indicate that in implementing the curriculum or the Education Unit at SMP Negeri 2 Ngrambe not optimal because there are still problems such as lack of social,; ization and less effective communication. It can be seen from the existing implementation process from planning to implementation. To repair that needs to be done is to increase socialization SBC Master, pupils and parents. In addition, improved communication by increasing the interaction between the school institution with the Department of Education, interpersonal communication between the school and students.
Kata Kunci : -