Laporkan Masalah

Pengaruh Pemangkasan Pucuk Batang Utama dan Umur Panen Terhadap Hasil Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) 'Mallika'

MUHAMMAD SIDIQ FATWARIZA, Ir. Setyastuti Purwanti, MS.

2013 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMAN

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk batang utama dan umur panen terhadap hasil benih kedelai hitam, 2) mengetahui pengaruh interaksi antara perlakuan pemangkasan pucuk batang utama dengan umur panen terhadap hasil dan kualitas benih kedelai, dan 3) menentukan umur panen yang optimal pada kedelai hitam ‘Mallika’. Penelitian dilaksanakan di Dusun Niten, Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta pada bulan Mei – September 2012. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan yaitu pemangkasan pucuk batang utama pada 2 minggu setelah tanam dan tanpa pemangkasan. Faktor kedua adalah umur panen, yaitu 85, 87, dan 90 hari setelah tanam. Pengamatan dilakukan terhadap variabel pertumbuhan, hasil dan kualitas hasil benih kedelai hitam ‘Mallika’. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Pola hubungan antar variabel pengamatan ditentukan dengan analisis korelasi. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara faktor pemangkasan pucuk batang utama dengan umur panen kedelai hitam pada kuantitas dan kualitas hasil benih, kecuali pada variabel vigor hipotetik. Pemangkasan secara nyata meningkatkan kuantitas hasil benih kedelai hitam luasan per hektar, tetapi kualitas benihnya tetap sama dengan benih kedelai yang dihasilkan oleh tanaman yang tidak dipangkas. Umur panen tidak mempengaruhi kuantitas maupun kualitas hasil benih kedelai hitam yang dihasilkan, termasuk vigor hipotetik benih. Kata

The research aims were 1) to determine the effect of main stem tip pruning and harvesting time to the seed yield of black soybean, 2) to determine the interaction effect of main stem tip pruning and harvesting time to the yield and quality of black soybean seed and 3) to determine the optimal harvesting time of ‘Mallika’ black soybean. The research was conducted at Nogotirto Village, Gamping District, Sleman Region, DIY Province in May-September 2012. The research was conducted in randomized complete block design (RCBD) factorial with 3 blocks as replication. The first factors were pruning, namely main stem tip pruning at 2 weeks after planting and without pruning. The second factors were harvesting time, namely 85, 87, and 90 days after planting. The observations were done on several variables of growth, seed yield and quality of ‘Mallika’ soybean. Data were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA) at 5% level, and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The relationship patterns among the parameters were determined using correlation analysis. The results showed that there was no interaction effect between main stem tip pruning and harvesting time of ‘Mallika’ soybean to the yield and quality of seed, except in the hypothetical vigor variable. Pruning significantly increases the quantity of black soybean seed yield per hectare, but the seed quality remains the same with the seeds of black soybean produced by crops that were not pruned. Harvesting time does not affect the seed quantity and quality of black soybean produced, including seed hypothetical vigor.

Kata Kunci : kedelai hitam, pemangkasan, umur panen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.