Laporkan Masalah

RESISTENSI Staphylococcus aureus ASAL SUSU SAPI PERAH DI BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL (BBPTU) BATURRADEN TERHADAP BERBAGAI ANTIBIOTIK

SITI AMINAH, Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab utama mastitis subklinis pada sapi perah. Penanganan mastitis subklinis biasanya dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi S. aureus dari susu sapi perah terhadap metisilin, eritromisin, doksisiklin, gentamisin, ciprofloksasin dan penisilin. Sampel yang digunakan adalah 17 Staphylococcus aureus yang diisolasi dari susu sapi perah mastitis subklinis. Identifikasi S. aureus dilakukan dengan penanaman pada media Todd-Hewit Broth (THB), manitol salt agar (MSA), plat agar darah (PAD), pengecatan Gram, uji katalase dan koagulase. Uji sensitivitas dilakukan dengan menggunakan media Müller Hinton agar (MHA) dengan metode Disk Diffusion Test Kirby-Bauer. Antibiotik yang digunakan untuk uji sensitivitas adalah metisilin 5 μg, eritromisin 15 μg, doksisiklin 30 μg, gentamisin 10 μg, ciprofloksasin 5 μg dan penisilin 10 μg. Hasil pengukuran zona hambat yang terbentuk pada agar Müller Hinton terhadap berbagai antibiotik dibandingkan dengan tabel standar Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat Staphylococcus aureus dari susu sapi mastitis subklinis resisten terhadap metisilin (5,88%), eritromisin (0%), doksisiklin (0%), gentamisin (5,88%), ciprofloksasin (0%) dan penisilin (35,30%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kasus mastitis akibat S. aureus pada sapi perah di Baturraden dapat dilakukan pengobatan dengan eritromisin, doksisiklin dan ciprofloksasin.

Staphylococcus aureus is a major bacterial pathogen causing subclinical mastitis on dairy cow. Subclinical mastitis is usually treated by using antibiotics. Improper use of antibiotics causes bacterial resistance to certain antibiotics. This study aimed to determine the resistance of S. aureus isolated from milk of dairy cows against methicillin, erythromycin, doxcycycline , gentamycin, ciprofloxacin and penicillin.. 17 Staphylococcus aureus isolated from milk of dairy cows were used in this study. Identification of S. aureus based on the growths of bacteria the Todd- Hewit Broth (THB), mannitol salt agar (MSA), blood agar plate (PAD), Gram staining, catalase and coagulase test. Sensitivity test against antibiotics were done by using the media of Müller Hinton agar (MHA) by Disc Diffusion of Kirby- Bauer test. The kinds of antibiotics used in the sensitivity tests were methicillin 5 μg, erythromycin 15 μg , doxycycline 30 μg, gentamycin 10 μg, ciprofloxacin 5 μg and penicillin G 10 μg. The measurements of inhibition zones on the Müller Hinton against various antibiotics were compared to the standard Kirby-Bauer table. The results showed that all Staphylococcus aureus isolates were resistance to methicillin (5,88%), penicillin G (35,30%), erythromycin (0%), doxycycline (0%), gentamycin (5,88%) and ciprofloxacin (0%). From the research result can be concluded that subclinical mastitis caused by S. aureus in dairy cow in Baturraden can be treated use erythromycin, doxycycline and ciprofloxacin.

Kata Kunci : Staphylococcus aureus, sapi perah, mastitis subklinis, antibiotik, resisten


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.