Laporkan Masalah

UJI SENSITIVITAS BEBERAPA ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI GRAM-NEGATIF YANG DIISOLASI DARI ULAR SANCA BATIK (Python reticulatus)

MAULIDA P A P, Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, M.P.

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Reptil dapat menjadi reservoir penyakit mikroorganisme pada manusia dan hewan lain. Penyakit mouth rot yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif merupakan salah satu penyakit yang paling sering (kejadiannya tinggi) menginfeksi ular. Terapi infeksi bakteri Gram-negatif pada ular biasanya menggunakan enrofloksasin, doksisiklin dan penisilin, tetapi penggunaan antibiotik dengan dosis dan frekuensi yang tidak tepat pada ular dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengisolasi bakteri Gram-negatif dari ular sanca batik yang menunjukkan gejala mouth rot dan melihat sensitivitasnya terhadap beberapa antibiotik. Penelitian ini menggunakan 10 ular sanca batik. Kultur bakteri diambil dari masing-masing swab kloaka, swab mulut, swab darah yang diberi heparin dan swab darah yang diberi ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA). Isolasi bakteri Gram-negatif digunakan media Brilliant Green Agar (BGA). Bakteri Gramnegatif yang tumbuh diuji sensitivitasnya terhadap flumekuin, enrofloksasin, amoksisilin, amikasin, doksisiklin, dan gentamisin dengan metode difusi disk. Dari 40 swab dapat diisolasi bakteri Gram-negatif yang memfermentasi laktosa (fermented lactose / FL) sebanyak 6 (15%) dan bakteri yang tidak memfermentasi laktosa (non-fermented lactose / NFL) sebanyak 12 (30%). Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa bakteri Gram-negatif FL intermediet terhadap enrofloksasin, amikasin dan gentamisin, tetapi sensitif terhadap amoksisilin. Bakteri Gram-negatif NFL bersifat sensitif terhadap enrofloksassin, amikasin, dan gentamisin, tetapi resisten terhadap amoksisilin.

Reptile can be a reservoir of microorganism disease in humans and other animals. Mouth rot disease caused by Gram-negative bacteria is one of the diseases that often (high rate incident) infect the snake. Therapy of Gram-negative bacteria infection in the snake is usually done with enrofloxacin, doxycycline and penicillin, but the improper use of antibiotics doses and frequency to the snake can lead to resistance. Therefore, it is necessary to do research with aim to isolate Gram-negative bacteria from Python reticulatus which have symptom of mouth rot and look for the sensitivity to some antibiotics. This study used 10 Python reticulatus. The culture took from each cloacal swabs, oral swabs, blood swabs with heparin and blood swabs with ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) respectively. Isolation to gram-negative bacteria were used Brilliant Green Agar (BGA) media. Gram-negative bacteria which grown tested the sensitivity to flumequin, enrofloxacin, amoxicilin, amikacin, doxycycline, and gentamicin by disk diffusion method. From 40 swabs can be isolated 6 (15%) Gram-negative bacteria that can fermentating the lactose (fermented lactose / FL) and 12 (30%) bacteria that can’t fermentating the lactose (non-fermented lactose / NFL). Sensitivity test results showed that Gram-negative FL bacteria intermediate to enrofloxacin, amikacin dan gentamicin, but sensitive to amoxicilin, whereas Gram-negative NFL bacteria sensitive to enrofloxacin, amikacin, dan gentamicin, but resistant to amoxicilin.

Kata Kunci : Pythonreticulatus, bakteri Gram-negatif, sensitivitas antibiotik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.