HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KESIAPAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) PADA MAHASISWA PROFESI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UGM
NORMA JUWITA PUSPITA RINI, Mariyono Sedyowinarso, S.Kp., M.Si.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Pelayanan kesehatan yang kurang terintegrasi dapat meningkatkan biaya perawatan. Hal ini dapat dihindari jika antar tenaga kesehatan saling berkolaborasi. Kolaborasi harus dipelajari sejak dini, salah satu tahapan yang penting adalah pada masa profesi. Strategi kolaborasi yang efektif yaitu dengan Interprofessional Education (IPE). IPE akan berjalan dengan baik jika diiringi dengan kesiapan mahasiswanya. Berbagai tuntutan pada mahasiswa profesi menimbulkan kendala psikologis yang membutuhkan penyesuaian atau mekanisme koping. Tujuan: Mengetahui hubungan dan perbedaan antara mekanisme koping dengan kesiapan IPE beserta komponennya pada mahasiswa profesi keperawatan dan kedokteran di FK UGM Metode: non eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif analitik korelasional, rancangan cross sectional, teknik quota sampling pada 76 mahasiswa profesi pendidikan dokter dan ilmu keperawatan FK UGM. Instrumen The Readiness Interprofessional Learning Scale (RIPLS) dan Ways of Coping digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Mahasiswa profesi di FK UGM mayoritas menggunakan Mekanisme koping PFC yaitu 69 dari 76 responden (90,79%). Kesiapan IPE mayoritas tinggi 64 dari 76 responden (84,21%). Tidak ada hubungan antara mekanisme koping dengan kesiapan IPE pada mahasiswa profesi keperawatan dan kedokteran di FK UGM (p=0,053). Tidak ada perbedaan mekanisme koping diantara mahasiswa profesi keperawatan dan kedokteran di FK UGM (p=1) tetapi terdapat perbedaan kesiapan IPE diantara mahasiswa profesi keperawatan dan kedokteran di FK UGM (p=0,001). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan kesiapan IPE pada mahasiswa profesi di FK UGM.
Background: Less integrated health service can increase the upkeep. This can be avoided by collaboration among health workers. The collaboration should be learned early, one of the important step is in internship period. The effective collaboration strategy is Interprofessional Education (IPE). IPE will go well with readiness of the students. Various demands on the internship students create psychological constraints that need adjustment or coping mechanism. Objective: This study aims to know association and difference between coping mechanism and readiness of IPE with the component’s readiness on nursing and medical internship student in Faculty of Medicine, UGM Methods: non experimental by quantitative approach and correlational analytic descriptive study, cross section design, quota sampling technique on 76 medical and nursing internship student in Faculty of Medicine UGM. The Readiness Interprofessional Learning Scale (RIPLS) and Ways of Coping instrument used in this study. Results: There was no association between coping mechanism with Readiness of IPE on medical and nursing internship student in Faculty of Medicine UGM (p=0.053). There was no difference in coping mechanism between medical and nursing internship student in Faculty of Medicine UGM (p=1), however there were difference in Readiness of IPE between medical and nursing internship student in Faculty of Medicine UGM (p=0.001). Conclusions: There was no association between coping mechanism and Readiness of IPE among internship student in Faculty of Medicine UGM.
Kata Kunci : Mekanisme koping, kesiapan, Interprofessional Education, mahasiswa profesi