PENGARUH EDUKASI DENGAN BONEKA TANGAN TERHADAP KECEMASAN ANAK YANG MENDERITA KANKER DI INSKA RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
DYAH ANDRIYANI MULYANINGRUM, Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Kematian akibat kanker terus meningkat dan diperkirakan akan terjadi 13,1 juta kematian pada tahun 2030. Anak–anak penderita kanker mengalami cemas dan distres. Pada pasien anak, terdapat aspek khusus keperawatan yang tidak diberikan pada pasien dewasa yaitu bermain. Terapi bermain boneka tangan berdampak terapeutik pada peningkatan komunikasi anak dan merupakan media untuk mengekspresikan perasaan yang mereka alami selama di rumah sakit. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan boneka tangan terhadap kecemasan anak yang menderita kanker saat menerima tindakan invasif di INSKA RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. Metode : Penelitian pra eksperimental dengan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 anak usia 3-12 tahun yang menderita kanker selama bulan November 2012 sampai Januari 2013 di INSKA RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan lembar observasi untuk mengukur kecemasan anak saat menerima tindakan invasif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji komparasi wilcoxon. Hasil : Sebelum pemberian edukasi, sebagian besar responden mengalami cemas dengan kategori cemas sedang sebanyak 14 anak (46,7%). Setelah pemberian edukasi, sebagian besar responden mengalami cemas dengan kategori cemas ringan sebanyak 21 anak (70,0%). Nilai uji beda kecemasan sebelum dan sesudah intervensi adalah p = 0,001. Kesimpulan : Edukasi dengan boneka tangan dapat menurunkan kecemasan anak yang menderita kanker saat menerima tindakan invasif.
Background: Death from cancer continue to rising and are estimated to reach 13.1 million deaths in 2030. Children suffering from cancer are experience anxiety and distress. In pediatric patients, there is a particular aspect of nursing that is not given to adult patients; that is playing. Hand puppet playing therapy is not only provides therapeutic impact in improving children's communication ability but also a medium to express their feelings about experience during the hospitalization. Objective: To determine the effect of education using hand puppet for children suffering from anxiety of cancer when they receive invasive treatment in INSKA RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. Methods: Study pre-experimentaly with one-group pretest-posttest design. Sampling collection was done using accidental sampling technique. The total of the samples was 30 children aged 3-12 years suffered from cancer during November 2012 until January 2013 in INSKA RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. This study used observation sheets to measure the children's anxiety when they receive invasive treatment. Data analysis was performed using Wilcoxon comparison test. Results: Before giving education, most respondents experienced the anxiety in a medium category were 14 children (46.7%). After education was given, most respondents experienced anxiety with mild category were 21 children (70.0%). The test score of different anxiety before and after the intervention was p = 0.001. Conclusion: Education using hand puppet can reduce patient’s anxiety when children with cancer receive invasive procedure.
Kata Kunci : kecemasan, edukasi, boneka tangan, anak kanker, invasif