PENGARUH EKSTRAK ETANOLIK DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) TERHADAP KADAR GLUKOSA SERUM DARAH TIKUS YANG DIINDUKSI LEMAK-FRUKTOSA
INAYATUSH SHOLIHAH, Irfan Muris Setiawan, M.Sc., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIDiabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah suatu gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia kronis sebagai akibat dari resistensi insulin atau defisiensi insulin atau gabungan keduanya. Mayoritas penderita DM tipe 2 disebabkan oleh terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin berkaitan dengan tingginya kadar asam lemak bebas dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) terhadap kadar glukosa serum darah tikus yang diinduksi lemak-fruktosa. Pembuatan ekstrak sambung nyawa dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji farmakologi dilakukan dengan memberikan diet lemak-fruktosa kepada hewan uji menggunakan fruktosa 660 mg/200 g berat tikus, lemak babi sebesar 15 % dan kuning telur sebesar 5 % selama 65 hari. Uji farmakologi dilanjutkan dengan pemberian ekstrak etanolik daun sambung nyawa dengan dosis 50 mg/kg, 100 mg/kg, dan 200 mg/kg selama 15 hari. Pengukuran kadar glukosa serum darah dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan pereaksi Glucose FS. Resistensi insulin pada tikus diuji dengan menggunakan parameter uji kadar glukosa darah preprandial dan postprandial dan aktivitas hipoglikemik dari glibenklamid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hewan uji tidak mengalami resistensi insulin. Hasil uji aktivitas farmakologi ekstrak etanolik daun sambung nyawa menunjukkan bahwa ekstrak dapat menurunkan kadar glukosa darah preprandial dan postprandial hewan uji secara signifikan (P<0,05). Persen daya hipoglikemik ekstrak pada glukosa preprandial sebesar 46±2,4% pada dosis 50 mg/kg, 40±7,9% pada dosis 100 mg/kg, dan 50±3,2% pada dosis 200 mg/kg. Persen daya hipoglikemik ekstrak pada glukosa postprandial sebesar 49±6,9% pada dosis 50 mg/kg, 43±5,1% pada dosis 100 mg/kg, dan 48±4,5% pada dosis 200 mg/kg. Hasil analisis statistik dengan one-way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (P<0,05) persen daya hipoglikemik preprandial dan postprandial antara dosis 50 mg/kg, 100 mg/kg, 200 mg/kg, dan metformin 45 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak daun sambung nyawa tidak tergantung dosis, dan efeknya hampir sama dengan pemberian metformin.
-
Kata Kunci : sambung nyawa, resistensi insulin, lemak-fruktosa, kadar glukosa