EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN CABAI MERAH, CAISIM, PISANG, JAGUNG , DAN SALAK DI KAWASAN RAWAN BENCANASLEMAN DAN MAGELANG PASCA ERUPSI MERAPI 2010
ILHAM DARMAWAN, Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc.
2013 | Skripsi | ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman cabai merah, caisim, jagung, pisang, dan salak dengan metode limitasi sederhana di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman yang termasuk dalam kawasan rawan bencana pasca erupsi merapi 2010. Penelitian ini dilakukan dengan menumpangtindihkan peta penggunaan lahan, curah hujan, dan topografi Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman yang termasuk dalam kawasan rawan bencana pasca erupsi merapi 2010. Berdasarkan hasil tumpangtindih peta tersebut didapat 58 satuan peta lahan (tidak termasuk pemukiman, sungai besar, dan hutan). Karakteristik SPL ini kemudian dicocokkan dengan syarat tumbuh tanaman cabai merah, caisim, jagung, pisang, dan salak. Adapun tingkat pengelolaan untuk perbaikan lahan untuk perbaikan menjadi kesesuaian lahan potensial, yaitu pada tingkat rendah sampai sedang. Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap arahan pengembangan lahan. Hasil untuk arahan pengembangan lahan pada prioritas pertama untuk tanaman cabai merah seluas 1444.68 ha, caisim seluas 1175.23 ha, jagung 1444.68 ha, pisang seluas 802.33 ha. salak seluas 802.33 ha.
This research aimed to determine land suitability of red chili, caisim, corn, banana, and salacca by usig simple limitation method in Magelang and Sleman regency around merapi disruption area post 2010 eruption. this research was done by overlay of landuse map, amount of rain map, and topografi map of magelang and sleman regency around merapi disruption area post 2010 eruption. According to overlay result there are 58 land mapping unit (excluded citizen area, great river, dan forest). The land mapping unit characteristic matched with growth prerequirement of chili, caisim, corn, banana, and salacca. The level of management to repair a potential land suitability classes, at low to moderate. The result of potential land suitability used to determine land priority development. Result of land priority development for red chili in first periority which coverage area 1444.68 ha, caisim which coverage area 1175.23 ha, corn which coverage area 1444.68 ha, banana which coverage area 802.33 ha, and salaccaS2.tc.oa.nr, S2.tc.oa.nr.eh, which coverage area 802.33 ha.
Kata Kunci : kesesuaian lahan, kawasan rawan bencana merapi, arahan pengembangan