ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Pilangrejo dan Desa Girisuko, Gunungkidul, Yogyakarta)
EKA YANTHI NOVIANA, Wiyono T Putro, S.Hut,. M.Si.,
2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANKegiatan pengelolaan hutan rakyat tidak lepas dari dari peran masyarakat, dimana masyarakat pedesaan memiliki pandangan yang memisahkan peranan maskulin dan feminim. Fenomena ini disebut peran gender. Gender merupakan sifat yang terbentuk dari adanya faktor sosial masyarakat dan budaya mengenai perbedaan peran laki-laki dan perempuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pekerjaan yang dilakukan laki-laki dan perempuan dalam mengelola lahan hutan rakyat. Penelitian dilakukan di 2 dusun yang terdapat di desa yang berbeda. Dusun Pilangrejo merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Dusun ini adalah lokasi yang terdapat kelompok tani yang telah bersertifikat FSC. Dusun Temuireng II berada di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang. Penelitian dilakukan Bulan Januari-Maret 2013 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan teknik observasi. Wawancara dilakukan dengan mengambil 30 responden di masing-masing lokasi penelitian secara acak/random. Aktivitas yang dilakukan oleh laki-laki dominan pekerjaan produktif yang mengutamakan fisik yaitu sebesar 37,8% di Dusun Pilangrejo namun peran perempuan lebih besar dari laki-laki di Dusun Temuireng II ddengan selisih 1,3%. Perempuan memiliki peran kegiatan reproduktif yang mengutamakan ketelitian dan ketelatenan sebesar 60% di Dusun Pilangrejo dan 63,3% di Dusun Temuireng II. Aktivitas sosial kemasyarakatan baik mengenai pengelolaan hutan rakyat dan pengembangannya dilakukan oleh laki-laki dengan persentase 43,7% di Dusun Pilangrejo dan 45% di Dusun Temuireng II. Akses merupakan kesempatan dalam pemanfaatan sumberdaya yang dapat dimanfaatkan oleh laki-laki dan perempuan. Kontrol yang dilakukan dalam memanfaatkan sumberdaya dilakukan bersama-sama namun laki-laki tetap sebagai pengambil keputusan. Keputusan yang ada di masyarakat didominasi keputusan laki-laki sebesar 51% di Dusun Pilangrejo dan 35,8% di Dusun Temuireng II.
-
Kata Kunci : analisis gender, hutan rakyat