PENYAKIT UTAMA PADA BIBIT TEBU DAN UJI PENGENDALIANNYA DENGAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR
RENO GIGIH FEBRIANDA, Prof. Dr. Ir. Bambang Hadisutrisno, DAA.
2013 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANPenelitian yang dilaksanakan di rumah plastik Condongcatur, rumah kaca, dan Laboratorium Mikologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April 2012-Mei 2013 ini bertujuan untuk mengetahui penyakit utama pada bibit tebu, dan mengetahui efektivitas inokulum mikoriza dalam menekan kemunculan dan perkembangan penyakit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Perlakuan pada percobaan ini terdiri dari 9 perlakuan yaitu tebu yang diinokulasi jamur mikoriza arbuskular dari 8 lokasi berbeda, yaitu Batang (BTG), Tegal (TGL), Purworejo (PWNG), Sedayu Bantul (SB), Palihan Kulon Progo (PKP), Moyudan Sleman (MS), Klaten (KLT), Kediri (C4), dan satu kontrol (tidak diberi pupuk dan inokulum mikoriza). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varian, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan α = 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit utama pada bibit tebu adalah penyakit karat yang disebabkan oleh Puccinia kuehnii. Perlakuan dengan jamur mikoriza arbuskular isolat asal Klaten (KLT) pada bibit tebu berumur 7 bulan dapat menekan perkembangan penyakit karat.
The research was conducted in screen house Condongcatur, green house, and Agricultural Mycology Laboratory, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta from April 2012 to May 2013 to determine the primary disease on sugarcane breeding and to know the effectivity of mycorrhiza arbuskular to reduced the development of disease. The research was arranged in the complete randomized design. The treatment consisted of 9 levels mycorrizha inoculation to sugarcane : Batang (BTG), Tegal (TGL), Purworejo (PWNG), Sedayu Bantul (SB), Palihan Kulon Progo (PKP), Moyudan Sleman (MS), Klaten (KLT), Kediri (C4), and control (without mycorrizha and fertilizer inoculation). The data was analyzed with analysis of variance, continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) α = 5 %. The result showed that primary disease in sugarcane breeding is rust disease caused by Puccinia kuehnii. The isolate of Arbuskular Mycorrizha from Klaten (KLT) could supress disease development on the seven month old cane.
Kata Kunci : Puccinia kuehnii, penyakit karat, bibit tebu, jamur mikoriza arbuskular