Laporkan Masalah

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS MINYAK KELAPA KRENGSENGAN DAN BOTOKAN NETRAL MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DAN TANAH PEMUCAT

DAVID IRWAN PRABAWA, Prof. Dr. Ir. Agnes Murdiati, MS.

2013 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan arang aktif:tanah pemucat (1:10) terhadap tingkat kualitas minyak krengsengan dan botokan yang dihasilkan. Minyak krengsengan dan botokan diberi perlakuan netralisasi dengan menggunakan NaOH 20oBe dan dipanaskan selama 10 menit, kemudian disaring untuk memisahkan soap stock dengan minyak hasil netralisasi. Minyak netral hasil netralisasi di pucatkandengan menggunakan absorben berupa arang aktif:tanah pemucat (1:10) dengan variasi konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% untuk minyak krengsengan, dan 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% untuk minyak botokan, masing-masing selama 15 menit, selanjutnya di saring menggunakan kertas saring sehingga dihasilkan minyak hasil pemucatan. Hasil dari proses netralisasi dan pemucatan terjadi penurunan kadar asam lemak bebas dan angka peroksida pada setiap variasi sampel. Konsentrasi 1,5% merupakan konsentrasi minimal untuk proses pemucatan minyak krengsengan karena sudah tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2%. Pada konsentrasi 0,75% merupakan konsentrasi minimal pada proses pemucatan minyak botokan dikarenakan tidak berbeda nyata dengan penambahan konsentrasi 1% pada minyak botokan.

This study aimed to determine the effect of the addition of activated carbon: bleaching earth (1:10) on the level of quality krengsengan oil and botokan oil produced. Krengsengan oil and botokan oil treated 20oBe neutralization using NaOH and heated for 10 minutes, then filtered to separate oil soap stock with neutralization. Neutral oil neutralization results in the form of bleaching by using absorbent activated carbon: bleaching earth (1:10) with a variation of the concentration of 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, and 2% for krengsengan oil, and 0%, 0.25%, 0.5%, 0.75%, and 1% for botokan oil,each for 15 minutes, then filtered using filter paper so that the resulting oil bleaching. During the process of neutralization and bleaching decline in %FFA levels and peroxide number in each sample variation. Concentration of1.5% is the minimum concentration for krengsengan oil bleaching process because it was not significantly different from the concentration of 2%. Concentration of 0.75% is the minimum concentration of the bleaching process botokan oil was not significantly different due to the addition of 1% concentration in oil botokan.

Kata Kunci : minyak krengsengan, minyak botokan, arang aktif, tanah pemucat, pemurnian minyak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.