Laporkan Masalah

KEMUNGKINAN PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI PENDUKUNG PENENTUAN TARIF RAWAT INAP YANG AKURAT (Studi Kasus pada Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari)

ANITA AMBAR WAHYUNI, Bambang Riyanto L.S., Dr., M.B.A., CMA.

2013 | Skripsi | EKSTENSI AKUNTANSI

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Untuk mendukung kesehatan bagi masyarakat maka banyak didirikan lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan kesehatan seperti misalnya rumah sakit atau balai pengobatan lainnya. Dengan berkembangnya pelayanan jasa kesehatan terutama rumah sakit yang semakin pesat tersebut, mengakibatkan terjadinya persaingan yang semakin kompetitif juga. Untuk itu, rumah sakit harus semakin berhati-hati dalam menghasilkan produknya yaitu pelayanan jasa kesehatan termasuk bagaimana cara meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan rumah sakit lain dalam pangsa pasar yang ada dengan tetap mempertimbangkan cost maupun benefitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cost yang dipakai untuk menentukan tarif rawat inap di RSUD Wonosari jika penentuan cost tersebut menggunakan Activity Based Costing. Metode analisis yang digunakan yaitu metode kualitatif yang dilakukan dengan menelaah kondisi serta biaya yang terjadi pada rumah sakit untuk mengetahui apakah sistem yang dipakai masih relevan untuk diterapkan pada masa sekarang. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP dan Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Dengan selisih untuk kelas Utama Rp80.989,00, Kelas I Rp9.233,00, Kelas II Rp39.801,00 dan Kelas III Rp58.121,00. Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk.

Health is a basic requirement for human beings. To support health for the people then many established institutions or organizations that are providing health services such as hospitals or other treatment centers. With the development of health services especially hospital services which are growing rapidly, the resulted in a competition more competitive, too. Therefore, hospital must be getting careful in producing a product that is the service of health services including how to improve their quality to compete with another hospital in terms of market share existing with still thinking about cost and benefit. This research was meant to find out the amount of cost used to determine the hospitalization in RSUD Wonosari if the determination of cost use activity based costing. The methods of analysis used is the qualitative method conducted by reviewing the conditions and costs that occured in the hospital to find out whether the system used is still relevant to be applied at present. The results of the calculation of the rates of hospitalization by using ABC method, when compared with the traditional method , ABC method of delivering greater results except on the main VIP class and I are giving smaller results. The difference for the Utama classes Rp80.989,00 , Rp9.233,00 for Class I, Rp39.801,00 for Class II, Rp58.121,00 for Class III. The differences that occur between hospitalization services rates using traditional methods and the ABC method, caused by encumbering overhead in each product.

Kata Kunci : Rumah sakit, Kos, Tarif, Activity Based Costing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.