STUDI POLA TATANIAGA KAYU JATI DARI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Katongan, Nglipar, Gunungkidul)
KRISTIN DIANINA KUDUP NAWANG W, Ir. Siswantoyo D., MS.
2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sosial ekonomi petani produsen, saluran pemasaran dan distribusi marjin pemasaran kayu jati dari hutan rakyat di Desa Katongan. Untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan identifikasi keadaaan sosial ekonomi petani jati dari hutan rakyat dan pola tataniaga, analisis biaya usahatani, biaya pemasaran dan analisis biaya tataniaga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa petani produsen jati rakyat di Desa Katongan memiliki pekerjaan utama sebagai petani dengan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan berjumlah 2 – 6 orang. Tingkat pendidikan relatif rendah, yaitu SD dan SLTA. Luas kepemilikan lahan mulai dari 0,47 ha sampai 1,71 ha. pola pemasaran kayu jati rakyat di Desa Katongan adalah sebagai berikut : (a) Pola I : Petani ïƒ konsumen akhir non-industri, (b) Pola II : Petani ïƒ Pedagang penebas ïƒ Pedagang mebel, (c) Pola III : Petani ïƒ pedagang penebas ïƒ Konsumen akhir nonindustri, (d) Pola IV : Petani ïƒ Pedagang Penebas ïƒ Pedagang pemilik penggergajian ïƒ Pengrajin ïƒ Pedagang mebel. Distribusi marjin keuntungan sebagai berikut : Petani (31,274%), Pedagang Penebas (26,010%), Pedagang Pemilik Penggergajian (9,693%), Pengrajin (3,002%), Pedagang Mebel (30,021%). Persentase marjin pemasaran (marketing margin) sebagai berikut : Petani (0,657%), Pedagang Penebas (15,025%), Pedagang Pemilik Penggergajian (30,587%), Pengrajin (35,481%), Pedagang Mebel (48,276%), Konsumen akhir (100%). Nilai mark up on selling yang menjadi parameter tingkat efisiensi operasional sebagai berikut : Petani (95,630%), Pedagang Penebas (50,876%), Pedagang Pemilik Penggergajian (13,795%), Pengrajin (26,503%), Pedagang Mebel (51,724%). Pola tataniaga kayu jati rakyat yang sedang berlangsung tidak efisien.
-
Kata Kunci : Hutan rakyat, pemasaran, marjin, jati