PENGENALAN JENIS DAN KERAPATAN PER SATUAN LUAS ANGGREK DI DAERAH TURGO KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI , KABUPATEN SLEMAN, DIY
LIA ARDIANTI, Ir. Soewarno Hasanbahri, MS.
2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANPada tahun 2010 terjadi bencana berupa letusan Gunung Merapi. Pasca letusan dahsyat 2010 ini telah merusak sebagian besar lereng Merapi. Bencana tersebut sedikit banyak menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Hal ini mempengaruhi komposisi hutan, khususnya anggrek – anggrek langka yang terdapat di kawasan. Anggrek merupakan tumbuhan epifit yang terkenan karena keindahan bunganya. Anggrek sudah dikenal 200 tahun yang lalu dan sejak 50 tahun terakhir dibudidayakan secara luas di Indonesia (Soetarni,1985). Berdasarkan tempat tumbuhnya, anggrek dapat dikelompokkkan menjadi 4 macam yaitu: 1. Anggrek epifit, 2. Anggrek saprofit, 3. Anggrek terrestrial, 4. Anggrek litofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis- jenis dan kepadatan populasi anggrek di sekitar daerah Turgo kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut adalah dengan melakukan pengamatan secar langsung dilakukan secara langsung dengan penjelajahan atau eksplorasi purposive dengan mengikuti jalan setapak disekitar areal Obyek Wisata Titis Turgo serta melakukan wawancara dengan pihak terkait. Pada areal jalan setapak dibuat jarak berukuran 10 m ke kanan dan 10 m ke kiri dengan panjang jalan seluas ±1 km. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 14 jenis anggrek dan yang lainnya belum diketahui jenisnya dengan kerapatan populasi tertinggi per individu adalah 0,08 individu/Ha.
-
Kata Kunci : Pengenalan Jenis-Jenis dan Kerapatan Populasi Anggrek