Laporkan Masalah

KOMPOSISI KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH PASCA ERUPSI MERAPI DI PETAK 58 RPH KALIURANG, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA

DISTYANTO EKO PRIHANTORO, Ir. Dwi T Adriyanti, MP

2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Tumbuhan bawah adalah tumbuhan yang selain permudaan pohon, termasuk diantaranya rumput, herba dan semak belukar. Tumbuhan bawah dapat diklasifikasikan dengan mengelompokkan bermacam-macam jenisnya. Masyarakat tumbuhan bawah ini hidup dan berkembang biak secara alami dan selalu menjadi bagian dari komponen komunitas ekosistem hutan tersebut. Tahun 2010 telah terjadi bencana berupa letusan Gunung Merapi. Salah satu daerah yang mengalami kerusakan ialah di Desa Hargobinangun, Sleman. Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada bangunan yang ada tetapi juga pada ekosistem secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis tumbuhan bawah yang ditemukan dan mampu tumbuh pada lahan/areal bekas letusan Gunung Merapi. Pengambilan sampel dilakukan di kanan kiri jalan setapak secara berseling. Jarak petak ukur dengan jalan sepanjang 2 meter dan jarak antar petak ukur 10 meter. Petak ukur (plot-plot) yang dibuat sebanyak 20 buah dengan ukuran petak ukur 2x2 meter. Arah jalur yang digunakan mengikuti jalan dari bawah menuju keatas bukit. Berdasarkan penelitian, komposisi tumbuhan bawah yang ditemukan di kawasan Gunung Merapi tepatnya di Desa Hargobinangun, adalah 56 jenis tumbuhan bawah, yang termasuk dalam 23 Famili terdiri dari 12 perdu dan 44 herba. Hasil penelitian di peroleh jenis yang mempunyai nilai INP yang paling tinggi adalah Oplismenus burmannii dengan nilai 25.31 %, sedangkan jenis yang mempunyai nilai indeks nilai penting terendah adalah Urena lobata, Costus speciosus, Sida cordifolia, Mimosa pudica, Wightia borneensis, Digitaria violacens, Blechnum spicant, dan Sphaeralcea sp dengan nilai 0.93 %.

-

Kata Kunci : tumbuhan bawah, keanekaragaman jenis, kelimpahan Jenis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.