PEMODELAN SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS LEAST COST PATH UNTUK MENENTUKAN JALUR KERETA API DARI PARANGTRITIS MENUJU KOTA YOGYAKARTA
ZULIADHI MULANTOSI, Barandi Sapta Widartono, S.SI, M.Sc.
2013 | Tugas Akhir | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan spasial melalui analisis least cost path dalam penentuan jalur kereta api yang menghubungkan kawasan wisata Parangtritis menuju Kota Yogyakarta dengan menggunakan data dari penginderaan jauh. Penelitian ini menggunakan data primer berupa Citra ASTER level 1B yang telah terkoreksi secara geometrik dan radiometrik. Data sekunder yang digunakan adalah Peta Geologi, Peta Tanah Semi Detail, Peta Rupa Bumi Indonesia, Peta Status Kepemilikan Lahan dan Peta Kerawanan Bencana Gempa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat Analytical Hierarcy Process (AHP) dalam menentukan bobot dari parameter yang berpengaruh terhadap pembuatan jalur kereta api serta analisis least cost path yang digunakan dalam pemodelan spasial yang berbasis raster untuk menentukan harga permukaan yang paling murah. Dari hasil Analytical Hierarcy Process (AHP) dan least cost path diperoleh jalur kereta api. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Citra ASTER level 1B mempunyai tingkat ketelitian 84,7% untuk menyadap parameter penggunaan lahan dan 92,34 % untuk menyadap parameter kondisi Geologi. Hasil dari Analytical Hierarcy Process diperoleh bobot parameter penggunaan lahan 21%, geologi 6%, tanah 9%, kemiringan lereng 12%, bencana gempa 7%, status kepemilikan lahan 18%, jaringan jalan 17% dan informasi hidrologi 10%. Sedangkan dalam proses Analisis Least Cost Path diperoleh jalur kereta api yang menghubungkan Kawasan Wisata Parangtritis dengan Kota Yogyakarta dengan panjang jalur 27,4 km.
The research aims to perform spatial modeling with least cost path analysis to determine the railway route from Parangtritis to the Yogyakarta city by use of remote sensing. This study uses ASTER image level 1B that has been corrected geometric and radiometric. The Secondary data is Geological Map, Map of Land Semi Details, RBI Map, Land Ownership Map, and Earthquake Map. The method in this research is to determine weights of the parameters that influence the making of the railway route by Analytical Hierarcy Process (AHP). The Least Cost Path analysis based on raster spatial modelling for surface to the cheapest prices. The Analysis Hirearki Process and Least Cost Path Analysis method can generate railways route. The results of this study indicate that the image of ASTER level 1B has a 84,7% accuracy rate to extract the parameters of land use, and 92,34% for the parameters Geological conditions. Results of Hirearki Process Analysis parameters obtained from the weight of 21% is land use, geology 6%, dirt 9%, slope 12%, the earthquake of 7%, land ownership 18%, road networks 17% and hydrological information 10%. The process of Least Cost Path analysis obtained a railway route connecting from Parangtritis Tourism area to the city of Yogyakarta which length is 27,4 km.
Kata Kunci : Jalur Kereta Api, Analisis Least Cost Path, Analytical Hierarcy Process, Pemodelan Spasial