HUBUNGAN PANJANG FEMUR DENGAN UKURAN TUBUH GAJAH SUMATRA (Elephas maximus sumatranus)
Y.E. BAGUS GEDE DANANJAYA GIRI, Dr. drh. Hery Wijayanto, MP
2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah keanekaragaman mamalia terbesar di dunia (701 jenis mamalia terdaftar), salah satu diantaranya adalah Gajah Asia. Selain menjadi rumah bagi gajah modern, Indonesia merupakan salah satu tujuan migrasi gajah-gajah purba (Stegodonten dan Elefanten) yang meninggalkan banyak fosil di Indonesia, misalnya di Bandung, Sangiran, Trinil, dan Blora. Fosil yang ditemukan paling banyak yaitu os femur karena merupakan tulang panjang terbesar dan terkuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang os femur dengan ukuran tubuh(meliputi panjang tubuh, tinggi tubuh, lingkar dada, lebar pelvis, dan jarak antara angulus scapula caudalis dengan tuber coxae)Gajah Sumatra dewasa.Hasil penelitian ini akan sangat membantu untuk rekonstruksi fosil-fosil gajah yang ditemukan. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengukuran langsung terhadap ukuran tubuh 28 ekor Gajah Sumatra dewasa dengan menggunakan meteran gulung dan jangka sorong yang dimodifikasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan korelasi dan regresi menggunakan software Microsoft Excel 2007 dan SPSS 16 untuk mengetahui kekuatan hubungan dan persamaan antara panjang femur dengan panjang tubuh, tinggi tubuh, lingkar dada, lebar pelvis, dan jarak antara angulus scapula caudalis dengan tuber coxae Gajah Sumatra. Berdasarkan analisis statistik, diketahui bahwa panjang femur memiliki korelasi kuat dengan panjang tubuh dengan persamaan antara panjang os femur dengan panjang tubuh yaitu y = 2,451x + 62,02, dengan tinggi tubuh y = 1,798x + 56,92, dan dengan lebar pelvis y = 0,735x + 51,79 serta memiliki korelasi sedang dengan lingkar dada dengan persamaan y = 2,410x + 105,6 dan dengan jarak antara angulus scapula caudalis dengan tuber coxaedengan persamaan y= 0,741x + 41,79.
Indonesia is one of the greatest diversity country of mammals (701 species of mammals listed) in the world, one of these mammals is Asian Elephant. As one of the natural habitat of the modern elephant and mainland for ancient elephants’ migration (Stegodonyen and Elefanten) as well, Indonesia also content abundant of elephant ancestor fossils found in some places of Indonesia, such as Bandung, Sangiran, Trinil and Blora. Most of the fossil found is femur bone as the largest and the strongest long bone of elephant. The research was done to find out the relationship between the femur length and the body size of adult Sumatraan Elephant. The outcome of this research will be very useful to reconstruct the ancestor’s elephant body based on the fossil of the femur bone. The research was carried out by measuring 28 adult Sumatraan elephantsdirectly(including the length of femur, body length, height of the shoulder, chest girth, width of pelvic, and the distance between angulus scapula caudalis and tuber coxae), usingmeasuring tape and modified compass. It was assumed that the modern elephant have the same body proporsion with their ancestor. The length of femur bone collected then was analysed statistically using correlation and regression to find the corelation with the body length, shoulder height, chest girth, width of pelvic, and the distance between angulus scapula caudalis and tuber coxae. The results show that the length of the femur bone have correlation with other elephant body as follow 1) strong correlation between femur length vs body length with linear regresion y = 2,451x + 62,02, vs body height withy = 1,798x + 56,92 and vs pelvic width withy = 0,735x + 51,7 ; 2) Moderate correlations between femur length vs chest girth with y = 2,410x + 105,6 , and vs the distance between angulus scapula caudalis and tuber coxae with linear regressions of y= 0,741x + 41,79.
Kata Kunci : Gajah Sumatra, fosil, os femur, rekonstruksi, ukuran tubuh