Laporkan Masalah

VIRTUAL ROMANCE : Studi Etnografi PartisipasiObservasi (Participant Observation) tentang Keintiman yang Termediasi dalam Komunikasi Interpersonal melalui New Media diantara Pasangan Homoseksual

GITA MEINA AMALIA, Dian Arymami, S.I.P

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Komunikasi interpersonal merupakan salah satu cara untuk membangun hubungan antarmanusia. Melalui cara ini, hubungan berkembang dari tahap perkenalan hingga kedekatan yang lebih mendalam. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, keintiman tersebut tidak hanya mampu dibangun melalui komunikasi tatap muka, tetapi bisa juga lewat new media. Saat ini telah banyak media komunikasi interpersonal beserta fasilitasnya. Dengan begitu, manusia dapat lebih fleksibel dan bebas untuk berkomunikasi dengan sesama. Di sisi lain, hubungan keintiman tidak hanya terjalin pada hubungan lawan jenis, tetapi juga sesama jenis. Kasus homoseksual di Indonesia masih dianggap tabu, oleh sebab itu tidak banyak kaum homoseksual yang membuka diri di tengah masyarakat. Hal ini pun terjadi ketika mereka menjalin hubungan dengan sesama jenisnya. Stigma masyarakat membuat mereka pun tidak bebas mengekspresikan perasaannya terhadap pasangan. Melihat kedua fenomena di atas, secara khusus penelitian etnografi ini membahas tentang bagaimana keintiman yang terbentuk diantara pasangan homoseksual melalui new media. Ada empat orang informan, yakni dua orang lesbian dan dua orang gay, yang diikutsertakan dalam penelitian selama enam bulan. Peneliti melakukan wawancara secara tidak terstuktur dan menganalisis pesan pada media yang mereka gunakan. Hasil menunjukkan bahwa setiap informan memiliki kebutuhan sosial-psikologis yang berbeda. Hal ini turut mempengaruhi alasan mereka dalam memilih new media. Dengan begitu, keintiman yang tercipta pun berbeda-beda pada informan, bergantung pada intensitas dan kedekatan mereka dengan pasangannya. Adapun proses pembentukan keintiman dirasakan sebagai kesatuan yang utuh. Keintiman bukan sesuatu yang terpisah, melainkan setiap tahapnya adalah bentuk keintiman itu sendiri.

Interpersonal communication is one way to create human relations. Through this way, it could develop from its first stage, knowing each other, into a deeper closeness, mentioned as intimacy. Along with the communication technology development, face to face communication is not the only way to establish intimacy. Nowadays, there are many new interpersonal communication medias with its various excess. Therefore, intimacy could also be built through new media. On the other hand, the intimacy is not only created on the opposite sex, but also on the same-sex. The homosexual case in Indonesia is still considered taboo, hence not so many homosexuals disclose their self in the society. This also happens when they are having same-sex relationship. They are not able to express their feeling due to the stigma of the Indonesia society. Finally, this ethnographic research spesifically discusses how the intimacy, that is owned by homosexual couples, could be formed through new media. There are four informants, two lesbians and two gays, who are participated in this study for six monts. The informants were unstructured interviewed in several meetings. The researcher also analyze the message on the media they used. The result shows that each informants have different social-psychology needs. It is affecting to their reason in choosing the media. Therefore, the intimacy is also different in every informants, depending on their intensity and closenees with their mate. As for the process of forming intimacy, it is felt as an aggregate process. Intimacy is not something separated, its process is the intimacy itself.

Kata Kunci : komunikasi interpersonal, homoseksual, new media, keintiman yang termediasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.