PENGEMBANGAN TEKNIK SKARIFIKASI UNTUK PERCEPATAN DAN PENINGKATAN DAYA KECAMBAH BENIH SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum Griseb)
WINDA FAUZI AGUSTINA, Widiyatno, S.Hut, M.Sc.,
2014 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANSengon buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb) merupakan salah satu tanaman fast growing, spesies yang digunakan dalam pembangunan hutan tanaman. Jenis ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mempunyai rotasi yang pendek. Untuk dapat mendukung pertanaman sengon buto secara luas maka diperlukan pengadaan bibit salah satunya melalui perbanyakan generatif. Perbanyakan generatif sengon buto dilakukan dengan menyiapkan bibit sengon buto dari biji. Biji sengon buto termasuk dalam kategori ortodok sehingga diperlukan pengembangan teknik skarifikasi biji sengon buto untuk mendapatkan waktu dan daya kecambah yang optimal. Berkenaan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh suhu air dan konsentrasi H2SO4 yang optimal terhadap persentase perkecambahan biji sengon buto. Rancangan penelitian menggunakan rancangan CRD (Completely Randomized Design) faktor tunggal dengan 3 (tiga) ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah (1) tanpa perlakuan skarifikasi; (2) perendaman air pada suhu 50 o C dan (3) 100 o C, (4) perendaman pada konsentrasi H2SO4 5% dan (5) 10%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dengan tarif kepercayaan ta 5% dan uji lanjut dengan LSD (Least Significant Difference) pada ta 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kecambah biji sengon buto pada perlakuan fisis yaitu air bersuhu 100 o C sebesar 51,33% dan 50 o C sebesar 20%. Sedangkan hasil persentase kecambah pada perlakuan kimia H2SO4 5% sebesar 9,33% dan H2SO4 10% sebesar 22%. Pada biji tanpa perlakuan menghasilkan persentase kecambah sebesar 1,33%.
-
Kata Kunci : Benih, Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb), perkecambahan