HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA BUDI LUHUR, BANTUL
BOBY KURNIAWAN, dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp. PD K-Ger.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANLatar belakang : Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan maka dari itu dikembangkan pembangunan kesehatan di hampir seluruh dunia. Salah satu indikator pembangunan kesehatan yang sukses yakni peningkatan angka harapan hidup lansia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki angka harapan hidup tertinggi di Indonesia maka dari itu cukup banyak panti werdha di daerah tersebut, salah satunya di Panti Werdha Budi Luhur, Bantul. Di panti tersebut terdapat beberapa program yang diperuntukkan kepada para lansia, seperti senam bugar lansia, membuat kerajinan, kerja bakti, piket harian oleh lansia, dan lain sebagainya dengan maksud untuk meningkatkan kesehatan lansia, salah satu diantaranya pencegahan gangguan psikologis misalnya depresi. Hasil studi pendahuluan didapatkan beberapa lansia di Panti Werdha Budi Luhur memiliki resiko mengalami gangguan psikologis, seperti depresi dengan tanda dan gejala depresi sesuai yang dijelaskan pada telaah pustaka. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Werdha Budi Luhur, Bantul. Metode : responden adalah lansia penghuni Panti Werdha Budi Luhur dengan jumlah 41 orang, menurut kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan yakni Mini Mental State Examination (MMSE), Physical Activities for Elderly (PASE), dan Geriatric Depresion Scale (GDS). Teknik Analisis menggunakan Gamma and somer’s dengan kekuatan korelasi (r) 0-1,00. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi -0,707 dan nilai signifikansi p 0,00. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi dengan kekuatan korelasi negatif, artinya semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin rendah tingkat depresi pada lansia, dan sebaliknya. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Werdha Budi Luhur, Bantul.
Background : Health is very important for the life so is happened health development in almost al over the world. One indicator of the success of health development, the increasing life expectancy elderly. In Yogyakarta Special Region has the biggest life expectancy in Indonesia and therefore many nursing homes in the area, one of them at the Budi Luhur Nursing Home, Bantul. In the home, there are several programs that cater to elderly, such as gymnastics fit elderly, making crafts, community service, the daily picket by elderly, and others with a view to improve the health of the elderly, one of whom prevention of psychological disorders such as depression. Results obtained some preliminary studies on the elderly in Budi Luhur, bantul Nursing Home at risk for psychological disorders, such as depression wtih appropriate signs and symptoms of depression described in literature review. Aim : to determine the relationship between physical activity levels with depression in elderly in Budi Luhur Nursing Home, Bantul. Methode : respondents were elderly nursing home of Budi Luhur, Bantul are 41 people, according to the inclusion and exclusion criteria. The instruments used the Mini mental State Examination (MMSE), Physical Activities for Elderly (PASE), and geriatric Depression Scale (GDS). Analysis technique using Gamma and somer’s with correlation strength (r) from 0-1,000. Result : The result showed a correlation value -0,707 and significance value (p) 0,000. This suggest there is a correlation between levels and depression with the negative correlation strength, meaning that higher physical activity so lower level of depression level in elderly, and conversely. Conclusion : There is correlation between physical activity with depressin level in elderly in Budi Luhur Nusing Home, Bantul.
Kata Kunci : Lansia, depresi, aktivitas fisik