ANALISIS PERUBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH MULTI-WAKTU
AZMIYATUL ARIFATI, Ir., Djurdjani, MSP., M.Eng., Ph.D
2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESIJumlah penduduk yang terus bertambah dan meningkatnya kegiatan masyarakat menyebabkan ketersediaan ruang semakin berkurang. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan pemanfaatan ruang yang mampu memperhatikan kelestarian lingkungan. Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi sebuah solusi untuk lingkungan yang lebih baik. Pengelolaan ini memerlukan geo information yang dapat diwujudkan dalam bentuk peta. Berdasarkan hal itu adanya peta RTH sangatlah diperlukan. Peta ini bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk mengevaluasi perubahan RTH selama beberapa waktu tertentu. Melalui salah satu sumber pembuatan peta, data penginderaan jauh, dapat diperoleh informasi mengenai besarnya perubahan RTH di suatu wilayah. Data penginderaan jauh yang dipakai untuk menganalisis perubahan RTH ini adalah citra QuickBird tahun 2006 dan ortofoto tahun 2012 area Kecamatan Danurejan dan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Citra ini telah dikoreksi dari segala distorsi geometrik serta telah mempunyai sistem proyeksi orthogonal. Interpretasi citra dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis RTH dengan klasifikasi jenis RTH berdasar pada Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan RTH Kawasan Perkotaan. Digitasi dilakukan bersamaan dengan interpretasi citra sehingga dapat dihasilkan peta persebaran RTH. Dari dua peta persebaran RTH dapat dianalisis perubahan RTH yang terjadi selama kurun waktu tahun 2006 hingga 2012. Besar perubahan RTH tahun 2006 sampai 2012 adalah 76166,05 m2. Jika dihitung berdasar luas keseluruhan Kecamatan Gondomanan dan Danurejan yaitu 2189910,92 m2, perubahan RTH dari tahun 2006 ke 2012 adalah sebesar 3,48 % yang terdiri dari 28 kasus perubahan. Selain adanya perubahan luas, ada pula jenis RTH yang memiliki luas tetap dari tahun 2006-2012 yaitu pemakaman umum, rel kereta api, median jalan dan taman kota. Peta perubahan RTH berisi 28 buah simbol untuk RTH yang mengalami perubahan dan 17 simbol untuk RTH yang tidak mengalami perubahan.
High population and people activity have caused the lack of available space. Therefore, it is necessary to manage the use of available space to achieve environmentally sustainable space. Green Open Space (GOS) management is a solution to set better environment. This management needs geo information that can be represented by map. To do that, a map presents GOS is required. This map can be very informative tools to evaluate GOS changes during certain period. Remote sensing data acquisition, one of the mapping method, allows to analyze of GOS changes. QuickBird imagery in 2006 and orthophoto in 2012 of Danurejan and Gondomanan district, Yogyakarta city were used to analyze the changes of GOS. Images have been corrected from any geometric distortion and have had orthogonal projection systems. Identification of the GOS types is based on Permendagri No.1 of 2007 concerning management GOS in urban area. From two maps which generated from image interpretation can be analyzed GOS changes that occurred during the period of 2006 to 2012. GOS changes in 2006 to 2012 was 76166,05 m2. If calculated based on the total area of the district Gondomanan and Danurejan : 2189910,92 m2, GOS changes from 2006 to 2012 was 3,48%, consisting of 28 cases of change. There are also GOS types that have a fixed area of the 2006-2012 : public cemetery, railway, road medians and city parks. GOS change map contains 28 symbols for GOS that have changed and 17 symbols for GOS that have not changed.
Kata Kunci : perubahan RTH, peta perubahan RTH, data penginderaan jauh.