Laporkan Masalah

Keanekaragaman Jenis Burung Pada Tiap Kelas Kerusakan Di Dalam dan Di Luar Taman Nasional Gunung Merapi Pasca Erupsi 2010

WAHIB MAHMUD, Dr. Muh. Ali Imron, S. Hut, M. Sc.

2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTAN

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif yang ada di Indonesia. Erupsi yang terjadi pada tahun 2010 menyebabkan perubahan kondisi ekosistem di Gunung Merapi. Kawasan Gunung Merapi dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan masyarakat. Adanya perubahan kondisi habitat dan perbedaan intensitas pengelolaan di Gunung Merapi akan berdampak pada komposisi jenis burung. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi habitat burung pada tiap kelas kerusakan, mengetahui keanekaragaman jenis burung di dalam dan di luar kawasan TNGM serta tiap kelas kerusakan di dalam dan di luar kawasan TNGM pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Penelitian ini dilakukan di lereng selatan Gunung Merapi yang masuk dalam Kabupaten Sleman. Data burung diperoleh dengan metode Point Count, sedangkan data habitat diperoleh menggunakan metode Nested Sampling dan Protocol Sampling. Analisis Kruskall Wallis dan Mann Whitney U test digunakan untuk mengetahui perbedaan kondisi habitat dan keanekaragaman jenis burung. Kondisi habitat burung pada kelas kerusakan ringan mempunyai vegetasi yang masih utuh dan banyak dijumpai pohon. Pada kelas kerusakan sedang didomnasi oleh rumput dan tumbuhan bawah. Kelas kerusakan berat banyak dijumpai tumbuhan bawah yang termasuk jenis pioner. Hasil uji beda keanekaragaman jenis burung di dalam dan di luar kawasan menunjukkan adanya perbedaan. Perbedaan pengelolaan pada kedua lokasi tersebut diduga menyebabkan perbedaan pada keanekaragaman jenis burung. Uji beda keanekaragaman jenis burung pada tiap kelas kerusakan di dalam dan di luar kawasan menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada tiap kelas kerusakan di dalam maupun di luar kawasan TNGM. Hal ini diduga karena adanya proses suksesi yang berbeda-beda pada tiap kelas kerusakan pasca erupsi Merapi.

ABSTRACT Mount Merapi is one of the most active volcano in Indonesia. The eruption occurred in 2010 led to changes in Mount Merapi ecosystem. Most of the areas in Mount Merapi are managed by Gunung Merapi National Park (GMNP) and by the community. Changing in habitat conditions and difference in management intensities will impact on bird species composition. This study aims to assess the condition of each destruction classes in birds habitat, to investigate bird species diversity in each destruction classes inside and outside the GMNP after 2010’s eruption. This research was conducted in the southern slope of Mount Merapi. Point count was used to find out bird diversity, whereas habitat condition ware obtained by Nested Sampling and Protocol Sampling. Kruskall Wallis analysis and Mann Whitney U test was used to determine differences in habitat conditions and bird species diversity. Bird habitat conditions in minor class destruction sthave an intact vegetation condition. In moderate damage class, vegetation was dominated by grasses and scrubs. In Severe damage class, pioneer scrub are often found. Different test of diversity of bird species inside and outside the GMNP show any different. Allegedly, this is caused by different management regime in each location. Different test of diversity of bird species in each destruction class inside and outside the region shows significant differences in each destruction classes. Presumably, this occurs due to the succession process after the eruption.

Kata Kunci : Avifauna, Erupsi, perubahan habitat, pengaruh manusia, suksesi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.