Laporkan Masalah

APLIKASI TEKNIK Polymerase Chain Reaction (PCR) UNTUK MENDETEKSI PEMALSUAN BAKSO SAPI YANG DICAMPUR DENGAN DAGING TIKUS

ASTRI NUR FAIZAH, Dr. drh. Yatri Drastini, M. Sc.

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Pangan diperuntukkan sebagai konsumsi bagi manusia sehingga kejelasan bahan asal sangat diutamakan. Pangan olahan, contohnya bakso, seringkali dipalsukan dengan cara menambah dengan daging tikus yang lebih murah, mudah didapat, namun statusnya haram dan juga berbahaya bagi kesehatan. Tindak pemalsuan tersebut mengancam keamanan pangan yang beredar di masyarakat, sehingga dibutuhkan teknik PCR yang spesifik dan akurat untuk mendeteksi jenis daging tikus yang disinyalir menjadi daging penambah. Pada penelitian ini, materi yang digunakan adalah daging dari tiga jenis tikus (Rattus rattus, Rattus norvegicus, dan Mus musculus) dan produk pangan olahan berupa bakso daging sapi ditambah dengan daging tikus Rattus norvegicus. Tahapan penelitian untuk setiap sampel yaitu isolasi DNA dengan DNeasy kit, penghitungan konsentrasi dan kemurnian DNA dengan spektrofotometer, dan PCR menggunakan primer spesifik tikus (rat) rRNA 16S sebagai detektor. Hasil PCR divisualisasikan dengan elektroforesis. Ukuran produk PCR untuk primer tikus (rat) adalah 493 bp. Hasil penelitian membuktikan bahwa daging tikus yang terdeteksi hanyalah Rattus norvegicus atau sering dikenal sebagai tikus putih. Sementara daging tikus Rattus rattus, Mus musculus dan daging tikus produk olahan, yakni bakso, tidak dapat terdeteksi.

Food is meant for human consumption therefore the origin of the food is very essential. Processed food, such as meatball, is often adulterated by mixing ground beef with rat meat. Rat meat is cheaper and easier to find than any other animal. Unfortunately, rat meat status is haram for Moslem and dangerous for human health because of its unknown origin. Food adulterated with rat meat threatens food safety in public markets. Therefore, PCR technique is applied for detecting rat meat as additional meat. In this research, material used were meats from three kinds of rat (Rattus rattus, Rattus norvegicus, and Mus musculus), ground beef, and also mixed beef + rat meatball. Workflow in this research was implemented first by isolating DNA using DNeasy kit, calculating concentration and DNA purity by spectrophotometer, then amplifying target sequences by PCR using rat specific primer rRNA 16S as detector. Results of PCR products were visualized by electrophoresis. Polymerase Chain Reaction product size for rat primer is 493 bp. Result showed that the only rat detected was Rattus norvegicus or also known as albino rat. Rattus rattus and Mus musculus could not be identified by rat primer used in the research. As for processed food product, rat could not be detected in the meatball.

Kata Kunci : pemalsuan pangan, daging tikus, DNA, PCR, primer rRNA 16S


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.