Laporkan Masalah

PENINGKATAN SENSITIVITAS SEL KANKER KOLON WiDr TERHADAP 5-FLUOROURASIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan) : KAJIAN IN SILICO DAN IN VITRO

ERLINA RIVANTI, Prof.Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Kanker kolon merupakan penyakit kanker dengan karakteristik utama ekspresi berlebih enzim COX-2. Peningkatan ekspresi COX-2 diketahui berkaitan dengan aktivasi NF-κB. Penelitian lain melaporkan bahwa NF-κB terkait dengan adanya resistensi pada kanker kolon terhadap 5-fluorourasil. Di sisi lain, kayu secang (Caesalpinia sappan) dengan kandungan senyawa aktif utama brazilein, diketahui dapat menekan inflamasi pada sel dan terbukti menurunkan ekspresi NF-κB dan COX-2 pada tikus yang diinduksi arthritis. Selain itu, brazilein terbukti mampu menginduksi kematian pada sel kanker leher dan payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik kayu secang pada sel kanker kolon WiDr dan aplikasi kombinasinya dengan 5-fluorourasil. Selain itu dipelajari pula mekanisme molekuler aktivitas kandungan aktif kayu secang, brazilein melalui pendekatan molecular docking. Ekstrak etanolik kayu secang diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Analisis kandungan senyawa dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji sitotoksisitas tunggal maupun kombinasi dilakukan dengan MTT assay dengan parameter IC50 sebagai parameter sitotoksisitas dan CI sebagai parameter sinergisitas kombinasi. Pemodelan dengan molecular docking dengan PLANTS dilakukan untuk mempelajari mekanisme molekular aktivitas brazilein pada protein yang terkait dengan proliferasi sel WiDr yaitu COX-2 dan upstream NF-κB yaitu IKKβ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik kayu secang bersifat sitotoksik pada sel WiDr dengan nilai IC50 sebesar 32 µg/ml. Dari hasil uji kombinasi dengan 5-fluorourasil diperoleh sepuluh kombinasi konsentrasi yang memberikan nilai CI kurang dari 0,9 menunjukkan sinergisitas sitotoksisitas ekstrak etanolik kayu secang dan 5-fluorourasil terhadap sel WiDr. Kombinasi sinergis kuat diperoleh dari kombinasi ekstrak dengan konsentrasi 16 µg/ml ( IC 50) dan 5-fluorourasil dosis 168,75 µM ( IC50) dan 225 µM ( IC50 ) dengan nilai CI 0,249 dan 0,289. Melalui kajian in silico molecular docking diketahui bahwa brazilein mampu menghambat aktivasi NF-κB melalui penghambatan fosforilasi IKKβ dan mampu menghambat aktivitas COX-2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kayu secang berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen kokemoterapi kanker kolon. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menegaskan mekanisme yang memerantarai aktivitas kayu secang pada kanker kolon.

-

Kata Kunci : secang (Cesalpinia sappan ), 5-fluorourasil, kanker kolon, NF-κB, COX-2


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.