PERILAKU SEDENTARI DAN KONSUMSI CAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA SISWI SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA
WINDY KRISTY SUMONGGA, Susetyowati, DCN, M.Kes
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Obesitas merupakan masalah gizi yang banyak terjadi saat ini. Obesitas sentral dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Prevalensi obesitas di Yogyakarta yaitu 4,1% dan untuk obesitas sentral, prevalensinya sebesar 18,4%. Prevalensi obesitas sentral lebih banyak ditemui pada perempuan dibandingkan pada laki-laki, yakni 29,9% berbanding 7,7%. Penentuan obesitas sentral dapat menggunakan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (WHtR). Beberapa penelitian menunjukan kejadian obesitas sentral dipengaruhi beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, perilaki sedentari, aktivitas fisik, konsumsi camilan tinggi energi dan minuman tinggi gula. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya obesitas sentral pada siswi SMA di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan rancangan kasus kontrol. Kasus adalah siswi dengan WHtR Metode Penelitian : 0,5 dan kontrol adalah siswi dengan WHtR <0,5. Lokasi penelitian di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta yang letaknya berada di kawasan yang ramai pelajar, dekat dengan pusat kota, dekat dengan pusat perbelanjaan dan restoran cepat saji. Penentuan sampel menggunakan teknik fishbowl bila berlebih dengan menentukan kriteria inkluasi dan eksklusi. Sampel minimal kasus 34 siswi dan kontrol 34 siswi (1:1) dengan matching umur dan kelas. Uji statistik yang digunakan adalah uji komparatif chi square menggunakan odds ratio dengan interval kepercayaan 95% dan uji regresi logistik untuk melihat faktor risiko dominan. Hasil : Ditemukan terdapat perbedaan karakteristik yang bermakna antara kedua kelompok. Perilaku sedentari yang tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus (62,5%) dibandingkan kelompok kontrol (37,5%). Konsumsi camilan pada kelompok kasus mencapai 69,8% lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol 30,2%. Uji Chi Square menunjukan terdapat perilaku sedentari dan konsumsi berhubungan bermakna dengan kejadian obesitas sentral (p <0,05; OR 3,5 ; 12,1). Uji regresi logistik dengan metode backward menunjukan konsumsi camilan merupakan faktor risiko dominan bagi terjadinya obesitas sentral (OR = 17,7). Kesimpulan : Perilaku sedentari dan konsumsi camilan merupakan faktor risiko kejadian obesitas sentral pada siswi SMA di Kota Yogyakarta.
Background : Central obesity is a major problem in Indonesia. In the future, central obesity may increase number of morbidity and mortality. The prevalence of obesity in Yogyakarta is 4,1% and the prevalence of central obesity is 18,4%. The prevalence of central obesity is more common in women than men, which is 29,9% compared with 7,7%. Determination of central obesity may use the waist circumference to height ratio (WHtR). Some risk factors of central obesity such as socio-economic conditions of the family, sedentary behavior, physical activity, consumption of high-energy snacks and high-sugar beverages. Objective : To identify risk factors of central obesity among high school student in Yogyakarta Municipality. Method : This is a retrospective observational case control design. The case group were central obesity (WHtR 0,5) and control group were non central obesity (WHtR <0,5). Location of the study is SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, located in a crowded student area, close to the downtown, shopping center and fast food restaurant. Sample were taken by fishbowl method using inclusion and exclusion. Each group consisted of minimum 34 student (1:1) matched according to age and class, chi square statistic test and logistic regression were used to identify risk factor variables. Result : There was difference in characteristics of two groups. Sedentary behavior commonly happened in case group (62,5%) higher that control group (37,5%). Proportion of snacking reached (69,8%) in the case group, higher than the control group (30,2%). The result of chi square test showed sedentary behavior and snacking had significant association with central obesity (p<0,05; OR 3,5; 12,1). The result of logistic regression showed snacking was dominant risk factor for the prevalence of central obesity (OR = 17,7). Conclusion : Sedentary behavior and snacking were a risk factors for central obesity in high school students in Yogyakarta Municipality.
Kata Kunci : Obesitas sentral, Perilaku Sedentari, Konsumsi Camilan, Faktor Risiko