KOMPOSISI TEGAKAN PENYUSUN HUTAN WISATA KALI BIRU (Study Kasus di Desa Hargowilis, Kec.Kokap, Kab.Kulon Progo)
RIDWAN RIFAI RUSTAMAJI, Dr. Ir. Kusumandari, MES.
2013 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANANAnalisis vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisis vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisis vegetasi yang digunakan. Pada penelitian diukur vegetasi untuk tingkat pohon, tiang, sapihan, dan semai. Dalam analisis vegetasi, adapun beberapa hal yang menjadi output yaitu; jumlah jenis,kerapatan jenis, frekuensi relatif, dominansi relatif, dan indeks nilai penting. Penelitian menunjukan bahwa pada hutan wisata alam ini jenis yang dominan yaitu jati (Tectona grandis) dan kayu putiah (Melaleuca leucadendrom), dengan nilai KR sebesar 13,79%, FR sebesar 12,77%, Seadangkan DR hanya didominansi jenis jati (Tectona grandis) sebesar 15,88%, dan INP sebesar 42,45%. Sehingga dapat diketahui jenis tumbuhan yang paling dominan serta dibudiyakan adalah jati ( Tectona grandis ). Utntuk tingkat tiang jenis kayu putih dengan nilai KR 16,66%. Untuk FR diduduki oleh jenis eucalyptus dengan nilai FR 14,71%. Selanjutnya DR jenis jati dengan nilai 16,09%, dan INP jenis kayu putih dengan nilai 49,15%. Utntuk tingkat sapihan jenis sengon dengan nilai KR 27,21%. Untuk FR juga jenis sengon dengan nilai FR 33,37%. Selanjutnya DR jenis jati dengan nilai 31,68%, dan INP jenis jati dengan nilai 83,40%. Utntuk tingkat semai jenis sengon dengan nilai KR 25,00%. Untuk FR jenis jati dengan nilai FR 35,75%. Selanjutnya DR jenis jati dengan nilai 23,92%, dan INP jenis jati dengan nilai 77,53%.
-
Kata Kunci : Analisis Vegetasi, Pohon, Indeks Nilai Penting