PEMANFAATAN TEKNIK VIDEOGRAFI R UNTUK PENGAMATAN KE APATAN ARUS LALU LINTAS DI JALAN DIPONEGORO UNGARAN
YULIA INDRIASTUTY, Dr. Harintaka, S.T., M.T.
2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESIPengukuran kerapatan arus lalu lintas membutuhkan banyak biaya dan juga memakan waktu apabila dilakukan secara manual. Untuk mengukur arus lalu lintas saja dibutuhkan beberapa orang untuk menghitungnya. Sama halnya pada saat menghitung kelajuan rata-rata kendaraan yang melaju, dibutuhkan lebih banyak tim kerja sehingga kurang praktis dalam penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan solusi dalam memecahkan masalah tersebut. Teknik videografi diharapkan dapat menjadi solusinya. Dengan adanya teknik videografi ini, keadaan arus lalu lintas dapat diamati secara kontinyu, pengolahannya lebih praktis dan tentunya waktu yang digunakan untuk mengukur juga relatif cepat, sehingga dapat menekan biaya yang diperlukan dalam pekerjaan. Dengan adanya masalah diatas, maka diperlukan suatu penelitian untuk mengukur kerapatan arus lalu lintas dengan menggunakan teknik videografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kerapatan arus lalu lintas di jalan Diponegoro Ungaran selama satu minggu dengan menggunakan teknik videografi. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data. Dalam pengambilan data, diperlukan suatu tempat untuk meletakkan kamera video yang dapat menangkap keadaan pada ruas jalan. Pada penelitian ini tempat yang dipakai adalah jembatan penyeberangan. Ada 2 pekerjaan pada saat pengambilan data yaitu pengambilan data dimensi jalan dan pengambilan data rekaman video lalu lintas. Pada pekerjaan pengambilan data dimensi jalan, ditentukan titik-titik untuk pengukuran panjang jalan yang kemudian diberi tanda. Salah satu titik di ukur koordinatnya untuk dijadikan titik acuan. Hasil dari pekerjaan ini adalah sketsa dengan koordinat relatif. Pekerjaan yang kedua adalah pengambilan data rekaman video lalu lintas dengan memasang dua kamera video pada ujung – ujung jembatan penyeberangan. Hasil dari pengambilan data tersebut yaitu video keadaan lalu lintas. Kemudian video tersebut digunakan untuk menghitung arus lalu lintas, kelajuan kendaraan bermotor dan kerapatan arus lalu lintas. Kemudian video dipotong menjadi frame video yang akan di bentuk menjadi image sequence. Selain data kerapatan arus lalu lintas, image sequence juga dihasilkan untuk memberikan informasi visual keadaan lalu lintas yang berurutan waktunya untuk kerapatan sangat padat,sedang dan sepi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai kerapatan arus lalu lintas di jalan Diponegoro,Ungaran paling tinggi terdapat pada hari Senin pagi pukul 06.30–07.30 yaitu 82 smp/km (pembulatan). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa image sequence dapat digunakan untuk analisis kecepatan dan untuk pengamatan keadaan lalu lintas. Dengan demikian teknik videografi dapat dikatakan layak digunakan untuk pengamatan kerapatan arus lalu lintas.
The measurement of traffic density is concidered to be relative expensive and not effective if it is done manually. In fact, it needs some people to measure the traffic flow. In addition, similarly, when calculating the average speed of the oncoming vehicles, it requires a large number of personel that makes it less practical. Therefore, a solution is needed to solve this problem. In this research, videography technique is proposed and expected to be an alternative solution. By using this technique, the traffic flow can be observed continually, practically processed, and quickly counted so that it can reduce the cost. In line with the problems mentioned above, a research using videography technique was conducted to measure the traffic density. The objective of this study is to know the scale of the traffic density in Jalan Diponegoro Ungaran for a week by using videography technique. This research was firstly begun by collecting the data.The data collection was started by getting up two cameras on fly over accross the observed road. There were two activities done; taking the data of road dimensions and the record of the traffic video. In taking the road dimensions, some particular points for measuring the road length were marked. One of the aforementioned points were observed to get the coordinate. The result of this survey was the sketch with relative coordinate. The next activity was taking the record of the traffic video by putting the video camera on the corners of the overpass. The result of this activity was a traffic video which then was used to measure the traffic flow, the vehicles’ speed and the traffic density. Furthermore, the video was cut into frame video and generated into an image sequence. The image sequence was used to give the information about the seuential traffic’s visual codition in dense, medium, and low density. From the result of the research, it could be concluded that the traffic density in Jalan Diponegoro reached the highest scale on Monday at 06.30-07.30 am that was 82 smp/km (rounding). Besides, the result also showed that image sequence could be used to analize the vehicle’s speed and observe the traffic condition. Thus, it could be said that videography technique was clearly decent to be used to observe the traffic density.
Kata Kunci : -