Laporkan Masalah

PEMBENTUKAN DIGITAL ELEVATION MODEL MENGGUNAKAN INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR DARI CITRA ALOS PALSAR

SLAMET RISWANTO, Dr. Harintaka ST., MT.

2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

DEM merupakan informasi mengenai ketinggian suatu wilayah dipermukaan bumi secara digital. DEM menjadi suatu aspek yang sangat berperan dalam mendukung kegiatan geospasial seperti pembuatan peta topografi, koreksi geometrik citra, pemetaan daerah rawan bencana serta perencanaan tata ruang wilayah. Salah satu metode untuk mendapatkan informasi DEM adalah menggunakan citra radar dengan pengolahan interferometri SAR. Satelit ALOS adalah satelit sumberdaya milik Jepang yang membawa sensor radar, yakni PALSAR, yang menggunakan band-L dengan panjang gelombang 23 cm. Citra radar memiliki kelebihan dibandingkan dengan citra optis, dimana sensor radar dapat bekerja siang dan malam serta dapat menembus awan, yang mana hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh sensor optis. Proyek ini bertujuan membuat DEM menggunakan metode interferometri SAR dari citra ALOS PALSAR. Data yang diperlukan adalah sepasang citra ALOS PALSAR yang nantinya digunakan sebagai citra master dan citra slave. Tahapan dalam pengolahan interferometri SAR adalah membentuk citra SLC; proses koregistrasi citra SLC; pembentukan interferogram; noise filtering; proses differensial interferometri SAR; phase unwrapping; konversi ke ortho DEM dan proses geocoding. DEM InSAR yang dihasilkan dievaluasi dengan menggunakan kriteria root mean square error (RMSE) pada komponen vertikal (z). Kemudian hasil tersebut dianalisis dengan persyaratan ketelitian vertikal peta rupabumi menurut standar dari Bakosurtanal (atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama BIG) yang tercantum dalam SNI tentang spesifikasi penyajian peta rupabumi. DEM yang dihasilkan memiliki RMSEz sebesar 9,740 meter atau setara dengan ketelitian 16,022 meter pada tingkat kepercayaan 90%. Dengan mengacu pada standar SNI tentang spesifikasi penyajian peta rupabumi, DEM InSAR dapat digunakan untuk pembuatan peta rupabumi skala 1:64.088. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa DEM yang dihasilkan dari pengolahan interferometri citra ALOS PALSAR dapat digunakan untuk membuat peta rupabumi skala 1 : 64.088 atau yang lebih kecil lagi.

DEM is digital information about the height of an area on the earth surface. DEM to be an aspect that was important in supporting geospatial activities such as topographic mapping, geometric correction of imagery, mapping of disaster areas and spatial planning. One method to get DEM information is using radar imagery with interferometry synthetic aperture radar (InSAR) processing. ALOS is a Japanese satellite that bring the radar sensor, the PALSAR, which uses L-band with a wavelength of 23 cm. Radar images have advantages compared to optical images, radar sensors which can work day and night and can penetrate clouds, which it can not be done by the optical sensor. This project aims to create a DEM using interferometry SAR method of ALOS PALSAR image. The data required is a pair of ALOS PALSAR image that will be used as the master image and the slave image. Stages in the processing of interferometry SAR is generate SLC image; SLC coregistration; interferogram formation; noise filtering; process of differential interferometry SAR; phase unwrapping; conversion to ortho and DEM geocoding process. DEM InSAR was evaluated using the criteria of root mean square error (RMSE) on the vertical component (z). Then the results are analyzed with a standard accuracy requirement topographic maps according to the SNI from Bakosurtanal (or BIG). DEM result has 9.740 meters of RMSEz, or equivalent to 16.022 meter accuracy at 90% level of confidence. According with the SNI from Bakosurtanal, DEM result can be used to create a topographic map of scale 1:64,088. So it can be concluded that the DEM generated from image processing interferometry ALOS PALSAR can be used to create a topographic map in of scale 1: 64,088 or smaller.

Kata Kunci : DEM, ALOS PALSAR, interferometri, SAR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.