Upaya pemerintah daerah Kabupaten Sleman untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dalam rangka otonomi 1 Januari 2001
NOVITASARI, Andriani, Drs. Harnanto, MSoc.Sc
2001 | Tesis | S2 AkuntansiPelaksanaan otonomi daerah yang secara resmi telah dilaksanakan di Indonesia sejak 1 Januari 2001, akan membawa peluang dan harapan bagi daerah-daerah, untuk memperoleh sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan daerahnya sendiri, yang bukan hanya tergantung dari Pemerintah Pusat yaitu dalam bentuk DAU atau DAK, tetapi berasal dari potensi yang ada di daerahnya sendiri, yang disebut dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya peningkatan PAD, pada dasarnya sedapat mungkin dilakukan untuk tidak semakin memberatkan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan sumber pendapatan dari sektor pajak sebaiknya menjadi altematif terakhir. Oleh karena itu, dalam penelitian pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman ini, akan dicari suatu pemecahan agar tingkat PAD-nya dapat ditingkatkan sehingga ketergantungan pendapatan dari Pemerintah Pusat seperti yang selama ini telah terjadi, sedapat mungkin dapat dikurangi. Upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan PAD, selain dengan memperbaiki dan meneruskan hal-hal yang telah dilakukan sebeiumnya, Pemda Sleman sebaiknya juga berupaya dengan cara lain, yaitu dengan menerapkan metoda yang modem yaitu dengan menerapkan berbagal metoda privatisasi. Dengan melaksanakan metoda privatisasi tersebut, maka diharapkan beberapa unit-unit kerja maupun BUMD di Pemda Sleman dapat ditingkatkan fungsinya, dari yang semula hanya berfungsi sebagal organisasi pure sektor publik, menjadi suatu organisasi yang berfungsi sebagal revenue center atau bahkan menjadi profit center dan investment center.
The implementation of local autonomy that officially has been started in Indonesia since January 1, 2001 will bring about opportunities and hopes for localities to obtain their own financial sources for developing their areas, not only depending on Central Government in the from of DAU or DAK, but from the potentials available in their own areas, called the Local Indigenous Revenue (LIR). The efforts to increase LIR are essentially performed in various ways that as far as possible do not burden the community further. Therefore, increasing the revenue sources from the tax sector should be the last alternative. Therefore, in this research on the Local Government of Sleman Regency, a solution will found to increase the LIR level so that the dependency on the funds from Central Government that has been prevailing here to fore can be reduced as far as possible. In order to increase the LIR level, beyond by improving and continuing the approaches that have been done before, the Sleman Government shall pursue other ways, e.g. by applying modem methods such as various privatization methods. By implementing the privatization method it is hoped that some of the working units or the BUMDs in Sleman Government can be improved their functions, from their original function as the pure public sector organizations to the organizations functioning as the revenue centers or even as the profit center and investment center.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah,Privatisasi BUMN,Otonomi Daerah, LIR,. Sleman Regency, privatization