Laporkan Masalah

POTENSI YOGOAT (Yoghurt Susu Kambing) DALAM PERBAIKAN JUMLAH INTRAEPITHELIAL LYMPHOCYTE (IEL) DAN KRIPTA-VILI PADA TIKUS MALNUTRISI ENERGI-PROTEIN: KAJIAN HISTOLOGI USUS HALUS

SARI KUSUMA, Prof. dr. M. Jufrie, Sp. A(K), Ph.D,

2013 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Malnutrisi merupakan masalah kesehatan dunia, terutama di negara berkembang. Malnutrisi menurunkan imunitas seluler, jumlah sel Tlimfosit, merusak struktur usus halus, dan meningkatkan atrofi kelenjar limfoid sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Probiotik mampu memperbaiki saluran cerna dan sistem kekebalan tubuh. Tujuan: Mengetahui pengaruh Yogoat terhadap perbaikan jumlah IEL, panjang vili, dan kedalaman kripta ileum tikus Wistar malnutrisi energi protein. Metode: Tikus dibagi ke dalam 2 kelompok berdasarkan asupan pakan yang diberikan (diet standar 100% dan pembatasan diet 50%). Masing-masing kelompok dibagi 2 berdasarkan pemberian Yogoat selama renutrisi, serta dibandingkan dengan kelompok sehat dan malnutrisi. Pada akhir perlakuan, tikus dianestesi dengan kloroform dan diambil ileumnya setelah 7 hari renutrisi. Kemudian jumlah IEL, panjang vili, dan kedalaman kripta ileum dihitung. Analisa statistik menggunakan Two Way ANOVA dengan Confidence Interval 95%. Hasil: Pembatasan diet 50% dapat menyebabkan malnutrisi energi protein kategori sedang. Jenis diet mempengaruhi perbedaan rata-rata berat badan, jumlah IEL, panjang vili, dan kedalaman kripta antar kelompok perlakuan tikus secara signifikan pada masa diet (p<0,05). Pemberian Yogoat sebagai renutrisi pada kelompok sehat tidak mempengaruhi perbedaan rata-rata jumlah IEL, panjang vili, dan kedalaman kripta dibandingkan kelompok kontrol sehat yang tidak mendapatkan Yogoat. Kelompok malnutrisi yang mendapatkan Yogoat juga tidak menunjukkan perbedaan rata-rata panjang vili dan kedalaman kripta dibandingkan kelompok kontrol malnutrisi. Namun, pemberian Yogoat pada kelompok malnutrisi meningkatkan jumlah IEL secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kelompok kontrol malnutrisi yang tidak mendapatkan Yogoat. Kesimpulan: Pemberian Yogoat dapat meningkatkan jumlah IEL ileum tikus Wistar malnutrisi energi protein, namun tidak dapat memperbaiki panjang vili dan kedalaman kripta ileum tikus Wistar malnutrisi energi protein.

Background: Malnutrition is a global health problem, especially in developing countries. Malnutrition causing a decrease of cellular immunity, T cell lymphocyte count, small intestine’s damage, and increase atrophy of lymphoid glands so that making the host more susceptible to infections. Probiotics can reconstitute the intestinal and stimulate the immune system. Objective: The aim of this work was evaluate the effects of Yogoat on the improvement of IEL count, villous height, and crypth depth in Wistar rats model of protein energy malnutrition. Methods: Rats were divided into 2 groups according to the dietary intake received (standard diet 100% and 50% dietary restriction). Each group was divided into 2 group according to Yogoat administration during renutrition and compared to well-nourished and malnourished rats. At the end of treatment, rats anesthetized with chloroform and ileum was collected after 7 days post renutrition. Then the IEL count, villous height, and crypth depth were counted. Statistical analysis were performed by Two Way ANOVA with 95% Confidence Interval. Results: 50% diet restriction can lead to moderate protein energy malnutrition. The type of dietary intake affected the difference in the body weight, IEL count, villous height, and crypth depth significantly (p<0,05) compared to each group during the diet. The administration of Yogoat as renutrition in well nourished group did not affect the difference in the body weight, IEL count, villous height, and crypth depth significantly compared to well nourished control group that did not receive Yogoat. But Yogoat’s administration in malnourished group increased significantly compared to malnourished control group that did not receive Yogoat. Conclusion: The administration of Yogoat could be a good adjuvant diet to increase the IEL count on ileum of protein energy malnutrition Wistar rats model, but it could not improve the villous height and crypth depth in Wistar rats model of protein energy malnutrition.

Kata Kunci : Yogoat (yoghurt susu kambing), malnutrisi, vili, kripta, IEL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.