EFEK PROTEKSI YOGHURT KECIPIR TERHADAP KEJADIAN TUKAK LAMBUNG PADA MENCIT GALUR SWISS YANG DIINDUKSI DENGAN ETANOL
ZENITA KASIH SETYANI, dr. Neneng Ratnasari, Sp.PD-KGEH
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang: Tukak lambung merupakan penyakit yang tersebar luas di dunia, yang mengenai segala golongan masyarakat dan semua usia. Prevalensi tukak lambung di negara berkembang mencapai 10%. Bahkan, menjadi penyebab mortalitas utama di negara – negara berkembang seperti Indonesia. Yoghurt yang merupakan minuman fermentasi susu yang mengandung bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat tersebut dapat memberikan efek positif bagi kesehatan lambung. Untuk meningkatkan pemanfaatan bahan lokal, maka biji kecipir dipilih dalam pembuatan yoghurt. Diharapkan kedepannya, yoghurt kecipir ini dapat menjadi bahan makanan pendamping yang memberikan efek proteksi terhadap kejadian tukak lambung. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek proteksi yoghurt kecipir terhadap kejadian tukak lambung pada mencit galur Swiss yang diinduksi etanol, dilihat dari frekuensi lesi yang terjadi pada lambung mencit. Metode Penelitian: Dua puluh delapan ekor mencit galur Swiss dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (diberi akuades 10 ml/kg BB), kontrol positif (diberi ranitidin 50 mg/kg BB), kelompok yang diberi yoghurt kecipir 0,4 ml , dan kelompok yang diberi yoghurt kecipir 0,8 ml selama 10 hari. Selama masa perlakuan diambil data berat badan dan asupan pakan. Pada akhir perlakuan, mencit diambil lambungnya untuk dibuat preparat histopatologi menggunakan cat HE dan dianalisa lesi mukosa lambungnya. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji Anova. Bila data yang diperoleh tidak memenuhi persyaratan uji parametrik, maka analisa data menggunakan uji non parametrik yaitu menggunakan Kruskal wallis test Sedangkan analisis frekuensi lesi menggunakan crosstab. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan yoghurt kecipir tidak memberikan efek proteksi terhadap kejadian tukak lambung pada mencit yang diinduksi dengan etanol. Dilihat dari nilai p_value untuk frekuensi lesi mukosa lambung bagian cardia dan fundus >0,05. Kelompok mencit yang mendapatkan 0,8 ml yoghurt kecipir per hari tidak menunjukkan frekuensi lesi yang cenderung lebih baik dibandingkan dengan kelompok mencit yang mendapat yoghurt kecipir 0,4 ml per harinya, dengan hasil uji statistik yang menunjukkan nilai p>0,05. Sedangkan untuk berat badan mencit (p=0,231) maupun asupan pakan (p=0,187) tidak berbeda signifikan antar kelompok percobaan. Kesimpulan: Pemberian yoghurt kecipir tidak dapat memberikan efek protektif terhadap kejadian tukak lambung pada mencit yang diinduksi dengan etanol.
Background: Gastric ulcer is widespread disease around the world, which is about all segments of society and all ages. The prevalence of gastric ulcers in developing countries reaches 10% and it becomes a major cause of mortality in developing country especially in Indonesia. Yogurt is a fermented milk beverage containing lactic acid bacteria. Lactic acid bacteria are able to provide positive effects for stomach health. To increase the use of local materials, the winged seeds selected in the manufacture of yoghurt. Expected for the future, it may be winged bean yoghurt ingredient complementary foods provide protective effects on the incidence of gastric ulcers. Objective: This study was designed to evaluate the gastro protective effect of winged bean yogurt on ethanol induced gastric ulcers in mice. Methods: Twenty-eight white male Swiss albino mice were divided into four groups. Two groups received winged bean yoghurt (0,4; 0,8 ml/30g) and control negative and positive groups received distilled water (10 ml/kg) and ranitidine (50 mg/kg),during 10 days. At the end of treatment, the mice were taken stomach preparations to be made using paint HE histopathology and gastric mucosal lesions analyzed. Statistically analyzed used ANOVA test. When the data obtained does not meet the requirements of parametric tests, then analyze the data using non-parametric test, Kruskal Wallis test. While analysis of the frequency of gastric mucosal lesions used crosstab. Results: The results indicated that winged bean yoghurt did not show any protective effect on the incidence of gastric ulcers in mice induced by ethanol. Seen from p_value for the frequency of gastric mucosal lesions cardia and fundic section p>0.05. Groups of mice that received 0.8 ml winged bean yoghurt did not show the frequency of lesions that tend to be better than the group of mice that received 0.4 ml of winged bean yogurt, with the results of statistical tests p>0.05. As for the body weight of mice (p=0.231) and feed intake (p=0.187) did not differ significantly between the experimental groups. Conclusion: Winged bean yogurt did not show the gastro protective effect on ethanol induced gastric ulcers in mice
Kata Kunci : yoghurt kecipir- tukak lambung-efek proteksi