Laporkan Masalah

DETERMINANTS OF TRADE FLOWS IN ASEAN-4 MACHINERY AND TRANSPORT EQUIPMENT INDUSTRY: GLOBAL PRODUCTION SHARING INSIGHT

RAFIAZKA MILLANIDA H, Prof. Tri Widodo, M.Ec.Dev., P.hD.

2013 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Globalisasi telah membentuk pola yang lebih maju pada rantai produksi sejak tiga dasawarsa belakangan. Jaringan input antara lantas menjadi basis dari serangkaian proses produksi yang menyertakan partisipasi berbagai perusahaan di seluruh dunia. Global Production Sharing pun muncul sebagai suatu fenomena menarik dalam sejarah perdaganagan internasional mengingat kemampuannya dalam membuka berbagai kesempatan baru bagi perusahaan untuk merelokasi bagian proses produksinya dan mengundang keikutsertaan negara berkembang pada rantai produksinya. Production network pada industri mesin dan alat transportasi di negara-negara ASEAN-4 didominasi oleh industri otomobil dan hubungan produksinya dengan negara-negara Asia Timur merupakan contoh yang tepat untuk menjelaskan fenomena di atas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisa komprehensif yang mencangkup postur industri, pola perdagangan, dan arus perdagangan. Trade Balance Index (TBI) dan Grubel-Lloyd Index digunakan untuk menunjukkan pola perdagangan. Panel Ordinary Least Square (POLS) melakukan estimasi atas gravity equation terhadap mesin dan alat transportasi (SITC 7) Rev. 3 yang telah diturunkan menjadi 5 digit atau tingkat parts and components. Untuk tujuan analisa, hanya negara-negara ASEAN-4 dan Asia Timur yang terdiri dari Thailand. Indonesia, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan China saja yang dimasukkan sebagai objek observasi untuk lingkup data parts and components mesin dan alat transportasi dari tahun 1992 higga 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa postur industri mesin dan alat transportasi di negara-negara ASEAN-4 didukung oleh kehadiran perusahaan multinasional yang utaamanya bersasal dari Asia Timur. Ditilik dari pola perdagangannya, perkembangan produksi parts and components di negaranegara ASEAN-4 mengalami dinamika spesialisasi selama periode tersebut, 1992-2012. Sedangkan pada arus perdagangan, terdapat beberapa variabel yang menentukan naik turunnya perdagangan antar kawasan tersebut yakni volume perdaganagan, produk domestik bruto riil, indeks kinerja logistic, jarak, dan nilai tukar efektif riil yang ternyata melahirkan implikasi dan pengaruh yang berbeda antar negara ASEAN-4 mengingat adanya perbedaan kebijakan dan orientasi perdagangan.

Globalization brings production chain into higher plane over the past three decades. Intermediate inputs network then becomes the base of production stage maintained by various global companies worldwide. Global production sharing sounds plausible to be reckoned as certain phenomenon in the history of international trade due to its feature opening up opportunities for firms to relocate slices of tasks of production process and developing countries to join production chain. Production network of machinery and transport equipment in ASEAN-4 countries is dominated by automobile industry and the way it connects to East Asia is particularly well example. This paper aims to offer divergent analysis on the posture of industry, the trade pattern of time period region-based parts and components case and the model of determinants of trade flow. Trade Balance Index (TBI) and Grubel-Lloyd Index are used to reveal trade pattern. Panel Ordinary Least Square (POLS) estimates gravity equation to deal with trade flow in machinery and transport equipment (SITC 7) Rev. 3 which is decomposed into 5-digit parts and components level. For the purpose of the analysis, only ASEAN-4 and East Asian countries comprising Thailand, Indonesia, Malaysia, Philippine, Japan, South Korea, and China with data on parts and components in machinery and transport equipment from 1992 to 2012. The evidence coming from this paper shows that the posture of ASEAN-4 machinery and transport equipment industry is supported by vital participation of MNCs, especially East Asian countries origin. On trade pattern, competitiveness development of parts and components made in ASEAN-4 induces specialized dynamics as time goes by, notably from 1992 to 2012. It is found that the determinants of trade flow, such as trade volume, real gross domestic products, logistics performance index, distance, and real effective exchange rate, remains vary among ASEAN-4 regarding to different policy and orientation in trade.

Kata Kunci : Global Production Sharing, mesin dan alat transportasi, parts and components, postur industri, pola perdagangan, dan arus perdagangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.