Laporkan Masalah

PREVALENSI INFEKSI Toxocara vitulorum PADA PEDET DI KABUPATEN KLATEN

YOSEA CANDRA, Prof. Dr. drh. Bambang Sumiarto, S.U., M.Sc.

2013 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Toxocariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh nematoda Toxocara vitulorum. Toxocariasis pada pedet dapat mengganggu pertumbuhan, sehingga peningkatan berat badan tidak maksimal dan kondisi ini merugikan peternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko infeksi Toxocara vitulorum pada pedet di kabupaten Klaten. Sampel sebanyak 178 feses pedet dari peternakan sapi di kabupaten Klaten. Teknik sampling yang digunakan adalah tahapan ganda, rambang sederhana, dan kluster pada tingkat peternak. Faktor resiko diperoleh dengan wawancara berdasarkan kuesioner. Pemeriksaaan sampel digunakan metode Apung dan analisis data dilakukan dengan deskriptif statistik dan analisis faktor risiko dilakukan dengan uji asosiasi (χ2) dan kekuatan asosiasinya dihitung dengan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan prevalensi Toxocara vitulorum pada pedet di Kabupaten Klaten sebesar 11,8% (11/178). Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat infeksi T. vitulorum di kabupaten Klaten cukup rendah dikarenakan karakterisitik pedet, manajemen kandang dan manjemen pemeliharaan juga manajemen pakan semuanya dilakukan dengan baik sehingga mengurangi kejadian infeksi Toxocara vitulorum.

Toxocariasis is caused by Toxocara vitulorum with clinical signs are diarrhea and enteritis. Toxocariasis in calves may interfere with the growth of calves so the weight gain is not maximized, the condition is detrimental to breeders. This research was conducted to find out the prevalence of Toxocara vitulorum in calves in klaten, and indentify risk factors for the incidence of toxocariasis. The sample is about 178 sample of feses which was gathered in Klaten. The sampling technique used in this research was multi stage sampling, simple random sampling, and cluster sampling at the breeder level. The sample identification was done by floating method. Risk factors obtained by interviews based on a questionnaire. Data analysis was done by descriptive statistics, analysis of risk factors to do with the association test (χ2), and the strength of association calculated odds ratio (OR). The result showed that the prevalence toxocariasis in calves in Klaten was about 11,8% (21/178). It showed that the level of toxocariasis infection was at the low level. Calf characteristics, cage and providence management and also food management were done well so the infection could be avoided.

Kata Kunci : pedet, toksokariasis, Toxocara vitulorum, prevalensi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.