AKTIVITAS FISIK ANAK USIA PRA SEKOLAH DALAM HUBUNGANNYA DENGAN OBESITAS DI KOTA YOGYAKARTA
YANA NURDYANTI LUBIS, Dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH, Ph.D
2013 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas sudah merupakan suatu epidemi global. Prevalensi obesitas meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Prevalensi obesitas di Yogyakarta pada balita sebesar 13,6%. Selain pola makan, faktor penting yang tidak dapat dilupakan sebagai penyebab obesitas adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan sejak masa anak-anak hingga lansia akan mempengaruhi kesehatan seumur hidup. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan banyak energi yang tersimpan sebagai lemak, sehingga cenderung pada orang-orang yang kurang melakukan aktivitas menjadi gemuk. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik pada anak usia pra sekolah dengan kejadian obesitas. Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak usia 2-5 tahun. cluster sampling Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Cara mengambil sampel menggunakan metode . Subjek penelitian adalah anak-anak serta orang tua yang mengikuti kegiatan SPS (Satuan Paud Sejenis) di sejumlah SPS di Kota Yogyakarta. Uji analisis data yang digunakan adalah chi-square test dan uji Independent Sample t-test. Hasil : Jumlah anak yang mengalami obesitas sebanyak 38 anak, sedangkan yang normal/tidak mengalami obesitas sebesar 264 anak. Hubungan antara jenis kelamin dengan obesitas memiliki nilai p 0,06 (p>0,05). Hubungan antara usia dengan obesitas memiliki nilai p 0,13 (p>0,05). Tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik antara anak yang mengalami obesitas dengan anak yang normal dengan nilai Total MET-s minute/day p 0,57 (p>0,05). Kesimpulan : Tidak terdap at perbedaan aktivitas fisik antara anak usia pra sekolah yang mengalami obesitas dan anak yang memiliki status gizi normal.
Background : Obesity is starting to become a worldwide health problem, even WHO has stated that obesity is a global epidemic. The prevalence of obesity increased from year to year, both in the developed and developing countries. Prevalence of obesity in Yogyakarta among toddlers was 13.6%. Besides food consumption, an important factor that can causes obesity is physical activity. Physical activity from childhood to the elderly will affect lifelong health. Obesity in childhood will increases the risk of obesity in adulthood. Less physical activity causes a lot of energy stored as fat, so people who are doing less activity can become fat. Therefore, the objective of this study is to examine the association between physical activity and obesity in preschool children. Objective : To examine the association between physical activity and obesity in children aged 2-5 years. Method : This is an observational study with cross-sectional method. Sampling was using cluster sampling. Subjects are children and parents who participated in the SPS (Paud Similar Unit) in Yogyakarta. Data was analyzed by using chisquare test and independent sample t-test. Result : Total number of obese children are 38 children and total number of normal children are 264 children. P value 0,06 (p>0,05) for the association between sex difference and obesity. P value 0,13 (p>0,05) for the association between age and obesity. There are no difference in physical activity among obese children and normal children, with p 0,57 (p>0,05) for MET-s minute/day. Conclusion : There are no difference between obese preschool children and normal preschool children.
Kata Kunci : Aktivitas fisik, anak usia pra sekolah, obesitas